Sekda Jateng Dorong Kota Prioritaskan Pengelolaan Sampah dari Hulu

Sekda Jawa Tengah Sumarno meminta pemerintah kota memprioritaskan pengelolaan sampah dari hulu melalui edukasi masyarakat dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Juli 23, 2026 - 17:32
Sekda Jateng Dorong Kota Prioritaskan Pengelolaan Sampah dari Hulu

SALATIGA - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno meminta pemerintah kota memprioritaskan pengelolaan sampah dari hulu dengan memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Pesan tersebut disampaikan Sumarno saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Tahun 2026 di Wahid Prime, Kota Salatiga, Kamis (23/7/2026).

Menurut Sumarno, persoalan sampah di wilayah perkotaan lebih kompleks dibandingkan kabupaten karena keterbatasan lahan serta tingginya jumlah penduduk. Karena itu, pengelolaan sampah harus menjadi salah satu prioritas kebijakan pemerintah daerah.

"Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana kita menyadarkan masyarakat di hulunya, mengurangi produksi sampah dan memilahnya," ujarnya.

Ia menilai solusi paling efektif adalah menyelesaikan persoalan sampah dari daerah masing-masing melalui perubahan perilaku masyarakat, sehingga volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Selain membahas pengelolaan sampah, Sumarno menyampaikan bahwa kota-kota memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi bagi wilayah di sekitarnya. Kemajuan kota, menurutnya, akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, pemerintah kota juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait kapasitas fiskal dan optimalisasi pendapatan daerah.

Sementara itu, Ketua Komwil III Apeksi Muhammad Farhan mengatakan Rakor Komwil III Apeksi merupakan tindak lanjut Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Apeksi 2026 di Medan yang menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis.

Rekomendasi tersebut antara lain mencakup penguatan kapasitas fiskal dan reformasi keuangan daerah, penataan ruang, kerja sama antardaerah, serta penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi.

Farhan yang juga Wali Kota Bandung menjelaskan, program kerja Komwil III Apeksi 2026 meliputi penguatan ketahanan iklim dan perkotaan (climate and urban resilience), tata kelola dan reformasi fiskal (governance and fiscal reform), pengembangan kapasitas (capacity building), serta penguatan peran pemuda dan inovasi (youth and innovation).

Ia mengajak seluruh pemerintah kota anggota Komwil III Apeksi mengawal rekomendasi tersebut agar dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang berdampak bagi masyarakat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow