Sebanyak 282 Pejabat Fungsional di Bondowoso Dilantik, Didominasi Nakes
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melantik sebanyak 282 tenaga fungsional. Pelantikan dipimpin langsung Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i, di Pendapa Raden Bagus Asra, Kamis (26/2/2026). v
BONDOWOSO Pemerintah Kabupaten Bondowoso melantik sebanyak 282 tenaga fungsional. Pelantikan dipimpin langsung Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i, di Pendapa Raden Bagus Asra, Kamis (26/2/2026).
Ratusan fungsional tersebut tersebar di Rumah Sakit Umum Daerah, Dinas Kesehatan, Perkim Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Pendidikan, Peternakan, BSBK dan di Inspektorat.
Kepala BKPSDM Bondowoso, Puspo Pranoto menjelaskan, ratusan ASN tersebut merupakan CPNS yang lulus tahun 2022 namun baru diangkat tahun ini. Mereka tak segera diangkat karena pemerintah masih berhitung di anggran.
“Kita hitung, kita koordinasi dengan BPKAD, dengan Bapedda, BKPSDM sehingga ini bisa diangkat,” paparnya saat dikonfirmasi.
Setelah dilantik kata dia, selain mendapat gaji pokok mereka akan mendapatkan tunjangan fungsional. Besarannya variatif, mulai Rp 200 ribu, Rp 300 ribu bermacam-macam. Kemudian nanti naik ke muda dan madya.
Menurutnya, dari 282 ASN tersebut terbesar ada di Dinas Kesehatan dan rumah sakit (Nakes) dengan jumlah total 152. “Ini yang formasi tahun 2022,” katanya.
Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menyampaikan bahwa pelantikan kali ini terasa semakin istimewa karena berlangsung di bulan Ramadan. Hal ini menjadi penguat spiritual sekaligus penyemangat dalam membangun Bondowoso yang lebih sejahtera.
“Semoga momentum di bulan mulia ini menjadi pendorong bagi kita semua untuk bekerja lebih tulus dan lebih dekat kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional bukan sekadar seremoni administratif. Proses tersebut, kata dia, menjadi jawaban atas penantian panjang para aparatur yang telah menunggu kepastian status selama beberapa tahun terakhir.
“Maksud utama dari pengangkatan ini adalah untuk menciptakan birokrasi yang ramping namun kaya fungsi, di mana jabatan fungsional menuntut kompetensi teknis dan keahlian yang spesifik,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso lanjut dia, menginginkan setiap pejabat yang dilantik tidak hanya sekadar hadir secara administratif, tetapi mampu menunjukkan kinerja nyata dan terukur kepada masyarakat.
“Pengangkatan pertama ini membawa konsekuensi nyata pada penguatan hak kepegawaian, namun yang paling utama adalah tuntutan terhadap peningkatan standar akuntabilitas dalam menjalankan tugas profesi secara mandiri,” paparnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman tugas, peningkatan kompetensi, serta disiplin dalam memenuhi target kinerja. Menurutnya, jabatan yang diemban bukan hanya soal posisi, tetapi juga amanah dan kepercayaan publik.
“Jadikan pelayanan publik sebagai ladang ibadah sosial, bekerja dengan ilmu, melayani dengan hati, dan senantiasa menjaga integritas sampai akhir,” pungkasnya.(*)
Apa Reaksi Anda?