Najwa Putri Cahyani, Mahasiswa yang Punya Misi Kemanusiaan dan Kesehatan
Mahasiswa sekaligus model. Bukan sekadar hobi, tapi memperluas jaringan dan belajar kedisiplinan.
PADANG Najwa Putri Cahyani atau yang akrab disapa Najwa, adalah perempuan muda asal Bukittinggi yang berhasil menyeimbangkan dunia medis dan estetika.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi semester enam pada program studi D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang, ia juga dikenal luas sebagai seorang model lepasan yang aktif dalam berbagai proyek kreatif.
"Ketertarikan saya pada bidang tata rias mendukung profesi saat ini yang menuntut penampilan prima di depan kamera," kata Najwa dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Kamis (26/2/2026).
Perjalanan dari Lensa ke Dunia Profesional
Langkah Najwa di dunia permodelan bermula dari kebiasaannya mengunggah hasil swafoto di media sosial yang menarik minat para fotografer. Berawal dari ajakan sesi foto bersama, ia mulai mendalami teknik berpose dan membangun kepercayaan diri yang kini menjadi aset profesionalnya.
Melalui akun Instagram @najwaaputrichyni, ia menunjukkan bahwa modeling bukan sekadar hobi, melainkan sarana memperluas relasi dan mengasah kedisiplinan. Bagi Najwa, profesi ini menawarkan peluang besar untuk membangun personal branding serta melatih etos kerja di tengah persaingan yang ketat.
Prestasi dan Dedikasi Kebidanan
Meski sering tampil di panggung peragaan busana, dedikasi Najwa di bidang akademik tetap gemilang. Ia tercatat sebagai Gadih Favorite Kota Bukittinggi tahun 2022 dan menyandang gelar Duta D3 Kebidanan Bukittinggi 2023 serta Campus Talent Ambassador Polkespad 2023.
"Saat ini alhamdulillah saya juga diberikan amanah untuk membawa nama baik tanah kelahiran sebagai Puteri Indonesia Sumatera Barat 2026 dan bersiap mentas ke ajang nasional," ucap Najwa menerangkan.
Pengalamannya tidak berhenti di situ karena ia juga pernah menjadi narasumber dalam Podcast FKM Unand pada tahun 2025 untuk mendiskusikan peran figur publik muda dalam menginspirasi kesehatan.
Secara teknis, Najwa memiliki kompetensi dalam menolong persalinan normal sesuai standar asuhan kebidanan serta memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perawatan bayi baru lahir kepada masyarakat.
Tantangan Manajemen Waktu dan Harapan
Lebih jauh dalam menjalani dua peran sekaligus sebagai calon bidan dan model tentunya memberikan tantangan tersendiri, terutama saat jadwal praktikum berbenturan dengan pemotretan.
Najwa mengungkapkan bahwa ia harus memiliki manajemen waktu yang baik agar kewajiban akademik tidak terabaikan demi komitmen profesional. Ia berharap generasi muda saat ini mampu menjadi pribadi yang berdaya saing dan bijak menggunakan teknologi untuk hal positif.
"Segala pencapaian ini saya syukuri berkat dukungan moral yang besar dari keluarga dan teman-teman. Mereka adalah sumber motivasi utama melalui doa dan kepercayaan yang mereka berikan," ujar Najwa, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang. (*)
Apa Reaksi Anda?