Setahun Mbatu Sae, 1.000 Sarjana hingga Penguatan Lingkungan Jadi Arah Utama Kota Batu
Tepat satu tahun kepemimpinan Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto, arah pembangunan Kota Batu semakin jelas mengarah pada tiga fondasi utama yaitu penguatan sumber daya manusia (
BATU Tepat satu tahun kepemimpinan Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto, arah pembangunan Kota Batu semakin jelas mengarah pada tiga fondasi utama yaitu penguatan sumber daya manusia (SDM), pelestarian lingkungan, dan penataan birokrasi.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan Nurochman-Heli dengan visi misi Mbatu Sae menempatkan pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang terhadap kualitas SDM warga.
Salah satu program unggulan yang paling terealisasi dan paling dirasakan langsung adalah Program Beasiswa 1.000 Sarjana, sebuah inisiatif yang dirancang untuk menekan disparitas antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja di daerah ini.
Program itu tidak semata mengandalkan APBD. Untuk mengurangi beban fiskal, pemerintah kota menggandeng mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia usaha, termasuk dukungan dari Bank Jatim yang menyumbang tambahan anggaran untuk program tersebut.
Komitmen ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan akses pendidikan. Wali Kota Nurochman menegaskan arti penting program tersebut bagi pembangunan Kota Batu.
"Program Beasiswa 1.000 Sarjana merupakan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan layanan serta pemerataan pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM. Pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun peradaban dan kesejahteraan masyarakat," jelas Cak Nur sapaanya, Kamis (26/2/2026).
Hingga kini, program tersebut telah menjaring ratusan pendaftar yang diverifikasi dan siap dibantu pembiayaan kuliahnya, termasuk pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta tunjangan lain bagi pelajar kurang mampu. Kerja sama dengan belasan perguruan tinggi di Jawa Timur juga telah dilakukan untuk menyukseskan program ini secara bertahap.
Dalam berbagai kesempatan, Nurochman menegaskan bahwa pembangunan yang berjalan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada kualitas manusia dan layanan publik.
"Kami semua bersyukur dengan momen satu tahun ini dan menjadikan momentum meningkatkan kinerja pelayanan bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelayanan publik di berbagai bidang seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan terus didorong agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
"Pelayanan yang dipercayakan kepada kami harus dirasakan oleh seluruh warga Kota Batu. Ini adalah amanah yang kami emban," katanya.
Dalam konteks visi Mbatu Sae, Nurochman menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya soal angka, tetapi soal kualitas kehidupan.
"Lingkungan yang terjaga, SDM yang kuat, serta sinergi antar elemen masyarakat adalah syarat utama kemajuan Kota Batu," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan yang berkelanjutan. Kota Batu yang dikenal dengan potensi pariwisata dan pertanian harus tetap menjaga keseimbangan alamnya untuk mendukung ekonomi masyarakat jangka panjang.
"Lingkungan adalah kekuatan utama Kota Batu. Kalau kita abai, dampaknya bukan hanya pada ekologi, tetapi juga pada aspek ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada keindahan dan ketertiban kota ini," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintahan harus memberikan pelayanan publik yang cepat, jelas, dan responsif. Peningkatan kompetensi aparat sipil negara adalah salah satu kunci untuk mendorong pelayanan yang efektif kepada masyarakat.
"Masyarakat harus merasakan pelayanan yang lebih cepat dan jelas. Itu komitmen kami sejak awal pemerintahan," tegas politisi Gerindra tersebut.
Meski banyak capaian positif, pemerintah mengakui tidak semua target dapat diselesaikan dalam satu tahun. Beberapa program berskala besar harus dijalankan secara bertahap karena keterbatasan anggaran daerah.
"Kebijakan Mbatu Sae diprioritaskan pada program yang berdampak langsung kepada masyarakat, sementara proyek infrastruktur tertentu masih disusun sesuai prioritas dan kemampuan fiskal," tutupnya.(*)
Apa Reaksi Anda?