Sa’i Walk & Run Diluncurkan, Wamenhaj Tekankan Kesehatan sebagai Syarat Utama Ibadah Haji

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak meluncurkan Sa’i Walk & Run di Jakarta. Program ini menggabungkan ibadah, kajian, dan olahraga untuk mendorong kesiapan fisik jemaah haji.

April 19, 2026 - 15:31
Sa’i Walk & Run Diluncurkan, Wamenhaj Tekankan Kesehatan sebagai Syarat Utama Ibadah Haji

JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meluncurkan komunitas Sa’i Walk & Run melalui kegiatan jalan dan lari bersama di kawasan Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI, Minggu (19/4/2026) pagi.

Kegiatan diawali pukul 05.00 WIB dengan salat subuh berjamaah, dilanjutkan kajian subuh yang dipimpin langsung oleh Dahnil. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan balon sebagai penanda dimulainya Sa’i Walk & Run, sebuah gerakan hidup sehat yang mengintegrasikan nilai-nilai ibadah.

Dalam sambutan dan kajiannya, Dahnil menegaskan bahwa Sa’i Walk & Run tidak sekadar aktivitas olahraga. Kegiatan ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni salat subuh berjamaah, penguatan spiritual melalui kajian subuh, serta aktivitas fisik berupa jalan dan lari bersama.

“Sa’i Walk & Run ini bukan hanya soal lari. Kuncinya ada pada tiga aktivitas utama: salat subuh berjamaah, kajian subuh, dan kemudian ditutup dengan jalan dan lari bersama,” ujar Dahnil.

Ia menjelaskan, konsep tersebut terinspirasi dari rukun haji, yaitu sa’i, yang mencerminkan semangat ikhtiar, ketekunan, dan ketahanan fisik dalam beribadah.

Lebih lanjut, Dahnil menekankan pentingnya istithaah kesehatan sebagai fondasi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, kesiapan fisik menjadi faktor penting agar jemaah mampu menjalankan rangkaian ibadah secara optimal.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa kesehatan adalah bagian dari istithaah. Tanpa kondisi fisik yang baik, ibadah haji tidak dapat dijalankan secara maksimal,” katanya.

Program Sa’i Walk & Run tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai Kementerian Haji dan Umrah, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum melalui pendaftaran gratis. Antusiasme peserta disebut tinggi, seperti terlihat pada pelaksanaan sebelumnya di Semarang.

“Seperti di kota sebelumnya, Semarang, respons masyarakat sangat besar. Namun, kuota peserta tetap kami batasi sekitar 80 orang agar kegiatan berjalan optimal,” ujarnya.

Melalui peluncuran komunitas ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap dapat mendorong gaya hidup sehat yang terintegrasi dengan nilai spiritual, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. (*)

 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow