Menkop Sebut Pertamina hingga Pupuk Indonesia Bakal Drop LPG dan Pupuk Subsidi Langsung ke KDKMP
Menteri Koperasi Ferry Juliantono tegaskan KDKMP akan salurkan LPG 3 kg dan pupuk subsidi langsung ke desa. Pertamina dan Pupuk Indonesia distribusikan via koperasi, harga terjangkau, dukung UMKM loka
MALANG -
MALANG – Menteri Koperasi (Menkop) RI Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi garda terdepan dalam penyaluran berbagai barang subsidi pemerintah. Nantinya, gas LPG 3 kilogram dari PT Pertamina Patra Niaga hingga pupuk subsidi dari PT Pupuk Indonesia akan didistribusikan langsung ke koperasi desa.
Hal tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Ferry, salah satu fungsi utama KDKMP adalah menjadi pusat distribusi berbagai barang subsidi agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memotong rantai distribusi.
"Fungsi KDKMP itu yang pertama adalah menjadi tempat menyalurkan dan menjual barang-barang subsidi, mulai dari gas LPG 3 kilo, pupuk subsidi, beras, minyak goreng, dan lain sebagainya. Itu nanti disalurkan langsung ke koperasi desa," ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi LPG 3 kilogram nantinya akan dilakukan langsung oleh PT Pertamina Patra Niaga kepada KDKMP. Dengan skema tersebut, masyarakat diharapkan dapat membeli LPG bersubsidi dengan harga setara pangkalan resmi.
"Gas LPG 3 kilo dari PT Pertamina Patra Niaga langsung ke KDKMP sehingga harganya bisa harga pangkalan sehingga nanti lebih terjangkau untuk masyarakat dengan jumlah tabung gas yang relatif sesuai dengan jumlah penduduk yang ada di desa dan kelurahan," kata Ferry.
Skema serupa juga akan diterapkan pada penyaluran pupuk subsidi. PT Pupuk Indonesia akan mendistribusikan pupuk langsung ke koperasi desa sehingga diharapkan penyalurannya menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
"Nanti langsung PT Pupuk Indonesia ke koperasi-koperasi desa," ujarnya.
Selain menjadi pusat distribusi barang subsidi, Ferry mengatakan KDKMP juga akan menjual berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Ia bahkan mengusulkan agar produk yang dipasarkan di gerai koperasi lebih banyak berasal dari pelaku UMKM lokal, terutama koperasi pondok pesantren.
Menurutnya, berbagai produk seperti sabun, sampo, deterjen, kecap, saus hingga sambal sebaiknya diproduksi oleh industri kecil atau koperasi pesantren sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
"Kami akan memberikan prioritas bagi barang-barang yang bisa diproduksi sendiri, apalagi itu dari koperasi pondok pesantren. Kita akan pastikan itu bisa dijual di gerai-gerai KDKMP," tegasnya.
Tak hanya sebagai pusat distribusi, Ferry menambahkan KDKMP juga diproyeksikan menjadi off-taker atau penyerap hasil produksi masyarakat desa. Baik produk pertanian, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan hingga kerajinan akan dibeli melalui koperasi untuk selanjutnya dipasarkan sehingga dapat memperkuat ekonomi desa.
"Kita upayakan itu bisa terserap," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?