Safari Ramadan 1447 H Jadi Jembatan Hati, Cak Nur dan Mas Heli Sapa Warga
Safari Ramadan 1447 Hijriah menjadi panggung silaturahmi antara Pemerintah Kota Batu dan masyarakat. Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto.
BATU Safari Ramadan 1447 Hijriah menjadi panggung silaturahmi antara Pemerintah Kota Batu dan masyarakat. Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto memulai rangkaian Safari Ramadan 2026 dengan menyapa warga di Masjid Al Falah, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Jumat (20/2/2026) kemarin.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di bulan suci, pemerintah daerah memilih hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengar, menyapa, sekaligus berbagi.
Nurochman menegaskan Safari Ramadan menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan warga.
“Melalui Safari Ramadan ini kami ingin memastikan silaturahmi tetap terjaga. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya yang membutuhkan,” ujar Cak Nur, Sabtu (21/2/2026).
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota bersama Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiyah Nurochman, didampingi Wawali Heli Suyanto dan Ketua Perwosi Kota Batu Ridha Agusta Heli Suyanto, menyerahkan santunan secara simbolis kepada lima anak yatim dan lima dhuafa.
Total terdapat 20 penerima manfaat yang masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp 550 ribu dari program Safari Ramadan 1447 H.
Selain menyalurkan bantuan, Cak Nur sapaanya juga memohon doa serta dukungan masyarakat agar jajaran Pemkot Batu diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Harapan kita kegiatan tersebut mampu memperkuat ukhuwah, membangun komunikasi dua arah, serta menegaskan komitmen bahwa pimpinan daerah tidak berjarak dengan warganya," tuturnya.
Perlu diketahui, Safari Ramadan ini dijadwalkan berlangsung bertahap di berbagai desa dan kelurahan di Kota Batu. Dalam kegiatan selain pimpinan daerah, unsur Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah juga hadir untuk bertemu langsung dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat. (*)
Apa Reaksi Anda?