Moment Gubernur Khofifah Ajak Cucu Kunjungi Pasar Bandeng di Gresik

Khofifah ajak cucunya ke Pasar Bandeng Gresik untuk mengenalkan tradisi lokal sekaligus menegaskan peran budaya dalam ekonomi masyarakat.

Maret 19, 2026 - 13:00
Moment Gubernur Khofifah Ajak Cucu Kunjungi Pasar Bandeng di Gresik

GRESIK Tradisi Pasar Bandeng Gresik kembali menjadi ruang temu antara budaya, ekonomi, dan edukasi generasi muda. Di tengah momentum Ramadan menjelang Idulfitri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan momen tersebut untuk menanamkan nilai kearifan lokal kepada cucu pertamanya, Aisyah Nabila.

Kunjungan ke pasar tradisional yang telah eksis sejak era Sunan Giri itu bukan sekadar agenda seremonial. Khofifah menilai, pengalaman langsung di ruang budaya seperti Pasar Bandeng memiliki nilai edukatif yang tidak tergantikan oleh pembelajaran formal.

“Saya setiap tahun berusaha ke sini. Hari ini saya membawa cucu saya, Aila, untuk melihat langsung ikan bandeng di pasar ini,” ujarnya.

Tradisi Lama, Nilai yang Terus Relevan

Pasar Bandeng Gresik dikenal sebagai salah satu tradisi khas yang bertahan lintas generasi. Daya tarik utamanya terletak pada bandeng kawak—ikan berukuran besar dengan bobot rata-rata 4 hingga 5 kilogram—yang sebagian besar berasal dari tambak di wilayah Mengare, Gresik.

Di balik ukurannya, tersimpan proses panjang. Ikan bandeng tersebut membutuhkan waktu pemeliharaan hingga empat tahun. Fakta ini, menurut Khofifah, menjadi pelajaran penting tentang kesabaran, kerja keras, sekaligus penghargaan terhadap rantai produksi pangan lokal.

“Pembesaran ikan bandeng membutuhkan waktu lama. Kita perlu menghargai para petambak yang menyiapkannya untuk kebutuhan Lebaran,” jelasnya.

Lebih dari Sekadar Pasar

Secara fungsional, Pasar Bandeng tidak hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Interaksi antara petambak, pedagang, dan pembeli menciptakan ekosistem ekonomi berbasis tradisi yang terus hidup.

Khofifah menegaskan, keberlanjutan tradisi ini bergantung pada keterlibatan generasi muda. Pengenalan sejak dini dinilai krusial agar nilai budaya tidak tergerus modernisasi.

“Dengan melihat langsung suasana pasar, generasi muda bisa memahami budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” imbuhnya.

Penggerak Ekonomi Lokal

Di sisi lain, Pasar Bandeng juga memiliki dimensi ekonomi yang signifikan. Aktivitas jual beli yang meningkat menjelang Lebaran memberikan dampak langsung bagi pendapatan petambak dan pelaku usaha lokal.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap ekosistem tersebut, Khofifah turut membeli sejumlah bandeng dalam jumlah besar. Ikan-ikan tersebut akan digunakan dalam lomba memasak tahunan yang melibatkan perangkat daerah dan BUMD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Agenda tersebut telah memasuki tahun ke-6, diawali dengan qiyamul lail, dilanjutkan lomba memasak, dan ditutup dengan sahur bersama di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Belanja bandeng memang cukup banyak karena digunakan untuk lomba memasak bersama perangkat daerah dan BUMD,” ucapnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow