Refleksi Kartini, Anggota DPR RI Dini Rahmania Teladani Keberanian Malahayati

Anggota DPR RI Dini Rahmania memaknai Hari Kartini 2026 dengan meneladani tokoh Malahayati hingga Khofifah Indar Parawansa sebagai simbol emansipasi.

April 21, 2026 - 23:03
Refleksi Kartini, Anggota DPR RI Dini Rahmania Teladani Keberanian Malahayati

SURABAYA - Momentum peringatan Hari Kartini setiap 21 April selalu menjadi pengingat akan pentingnya emansipasi perempuan untuk terus bertumbuh dan berdaya di tengah tantangan zaman. Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, mengajak perempuan Indonesia meneladani jejak inspiratif para tokoh bangsa, mulai dari R.A. Kartini, Laksamana Malahayati, hingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Menurut politisi Fraksi NasDem ini, substansi emansipasi bukan sekadar mengejar kesetaraan, melainkan tentang ketersediaan kesempatan. Dini menekankan bahwa perempuan harus memiliki ruang untuk tumbuh, didengar, dan berperan tanpa dibatasi oleh sekat-sekat gender.

"Inti dari emansipasi itu sederhana; perempuan diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberi manfaat bagi sesama," ujar Dini Rahmania, Selasa (21/4/2026).

Alumnus FISIP Universitas Airlangga (Unair) ini menyebut R.A. Kartini sebagai pembuka jalan. Keberanian Kartini dalam berpikir kritis di masa lampau menjadi fondasi bagi perempuan masa kini untuk bisa menempuh pendidikan, bekerja, hingga menduduki posisi kepemimpinan.

"Tugas kita sekarang bukan lagi merintis jalan seperti perjuangan R.A. Kartini dahulu, melainkan melanjutkan dan mengisi jalan itu dengan karya-karya nyata," tuturnya.

Selain Kartini, Dini juga mengagumi sosok Laksamana Malahayati. Jika Kartini menjadi simbol kekuatan pemikiran, maka Malahayati adalah simbol keberanian fisik dan mental. Sosok pejuang asal Aceh tersebut membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri di garis depan, bahkan dalam situasi tersulit sekalipun.

"Malahayati mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya kuat secara hati, tetapi juga tangguh dalam tindakan nyata," terang Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo tersebut.

Berbicara mengenai era modern, Dini menunjuk sosok Khofifah Indar Parawansa sebagai teladan pemimpin perempuan yang tangguh. Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menilai Khofifah sukses menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan bisa sangat kuat namun tetap mengedepankan sisi kepedulian yang mendalam.

"Sisi kepedulian ini penting, karena kepemimpinan perempuan sering kali lebih peka dan dekat dengan kebutuhan dasar masyarakat," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow