Dinas Pertanian Rembang Gerak Cepat Tangani Serangan Wereng di Desa Gunungsari
Dinas Pertanian Rembang meninjau sawah petani Kaliori yang rusak akibat wereng dan cuaca ekstrem, menyiapkan Gerdal, bantuan obat hama, dan pendampingan bagi petani Nglumpleng.
REMBANG Menanggapi laporan keluhan petani di wilayah Kecamatan Kaliori, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinaspan) Kabupaten Rembang melakukan tinjauan lapangan di Dukuh Nglumpleng, Desa Gunungsari. Langkah ini diambil menyusul adanya kerusakan tanaman padi akibat serangan hama wereng serta fenomena padi roboh diterjang hujan lebat dan angin kencang.
Kabid TPH Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Rembang, Anung Anindhita Nugraha, mengonfirmasi bahwa kondisi di lapangan memang cukup memprihatinkan akibat anomali cuaca sepekan terakhir.
"Memang disamping cuaca yang agak ekstrem seminggu kemarin, setelah kami cek lapangan banyak sekali yang terkena hama terutama wereng," ujar Anung.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak dinas telah berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kaliori,Kab. Rembang. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggandeng Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Rembang untuk melancarkan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama wereng di Desa Gunungsari agar serangan tidak meluas.
Sebagai langkah nyata, dinas pertanian segera melaksanakan Gerdal bersama tim POPT di Dukuh Nglumpleng guna menangani kerusakan lahan akibat cuaca ekstrem dan serangan hama wereng, yang juga akan disertai dengan pendistribusian bantuan obat pengendali hama secara langsung bagi para petani terdampak.
Kehadiran tim teknis di lokasi mendapat sambutan positif dari para petani setempat. Sunardi, salah satu petani dari Dukuh Nglumpleng, menyatakan rasa syukurnya atas respon cepat pemerintah daerah dalam memantau dampak angin kencang dan hama yang merusak lahan mereka.
"Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas tindakan nyata dari Dinas Pertanian Kabupaten Rembang. Terima kasih juga karena tadi disampaikan akan segera dibantu obat untuk pengendalian wereng," ungkap Sunardi.
Ia berharap bantuan stimulan berupa obat-obatan tersebut dapat segera terealisasi. Hal ini krusial bagi para petani yang baru memulai masa tanam agar tanaman mereka bisa selamat hingga masa panen tanpa gangguan hama susulan. (*)
Apa Reaksi Anda?