PSDKU UB Kediri-University Malaysia Terengganu Bahas Bersama Masa Depan Potensi Ekonomi Pesisir

Wilayah Indonesia dengan sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan, menyimpan aneka ragam hayati yang bisa dikembangkan menjadi potensi ekonomi.

Mei 15, 2026 - 22:30
PSDKU UB Kediri-University Malaysia Terengganu Bahas Bersama Masa Depan Potensi Ekonomi Pesisir

KEDIRI - Wilayah Indonesia dengan sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan, menyimpan aneka ragam hayati yang bisa dikembangkan menjadi potensi ekonomi.  

Pengelolaan sumber daya perairan yang tepat dan berkelanjutan, seperti pengolahan kepiting berbasis komunitas, bisa menambah kesejahteraan masyarakat di pesisir. 

"Fokus pada Community-Based Crab Farming bukan sekadar teori, melainkan strategi konkret untuk menciptakan ketahanan ekonomi yang mandiri bagi masyarakat nelayan, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove yang kian terancam," ungkap pakar dari PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri Hadiana, S.Pi., M.Sc., Jumat, (15/05/2026). 

Topik ini juga menjadi topik utama dalam kuliah tamu internasional (visiting lecturer) PSDKU UB Kediri beberapa waktu lalu. Mempertemukan akademisi lintas negara untuk membedah masa depan ekonomi pesisir, langkah PSDKU UB Kediri ini merupakan manifestasi nyata dari SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). 

Dengan membawa pakar internasional ke dalam ruang kelas, PSDKU UB Kediri memangkas jarak antara standar pendidikan global dengan mahasiswa di daerah. Hal tersebut membuka pintu peluang mahasiswa di daerah, untuk mendalami dan memahami perspektif global dalam bidang akuakultur. 

"Kualitas pendidikan di PSDKU UB Kediri berdiri sejajar dengan kampus utama. Kami menghadirkan perspektif internasional agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain aktif dalam industri akuakultur global," tegas Hadiana. 

Hadir sebagai pembicara utama dalam kuliah yang berlangsung pada 8 Mei lalu jtu, Prof. Dr. Muhammad Ikhwanuddin Abdullah dari University Malaysia Terengganu (UMT), pakar dunia di bidang akuakultur tropis. 

Pakar internasiobal tersebut, berkolaborasi dengan Hadiana menghadirkan diskusi mendalam mengenai analisis kelayakan akuakultur yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi bukti kuat implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Kolaborasi antara UB dan University Malaysia Terengganu menciptakan transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang krusial untuk menjawab tantangan ekonomi pesisir di Indonesia.

Melalui kuliah ini, PSDKU UB Kediri sekaligus mempertegas citranya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) di bidang perikanan dan ilmu kelautan. Selain itu, PSDKU UB Kediri juga terus membuktikan diri sebagai motor penggerak inovasi pendidikan yang tidak berbatas ruang. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow