Proyek Infrastruktur di Sidoarjo Harus Tender Ulang, Dinas PU Pastikan Tak Ganggu Target Pembangunan

Sejumlah proyek infrastruktur di Sidoarjo terpaksa tender ulang karena peserta tidak lolos evaluasi. Dinas PUBMSDA pastikan pengerjaan tidak molor dan tuntas November.

Juni 15, 2026 - 14:01
Proyek Infrastruktur di Sidoarjo Harus Tender Ulang, Dinas PU Pastikan Tak Ganggu Target Pembangunan

SIDOARJO - Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo terpaksa harus menjalani proses tender ulang. Kondisi tersebut terjadi karena tidak ada peserta yang lolos dalam evaluasi penawaran pada proses lelang sebelumnya.

Beberapa proyek yang mengalami gagal tender di antaranya Peningkatan Jalan Gedangan–Betro, Pembangunan Jalan dan Jembatan Frontage Road Waru–Buduran, Peningkatan Jalan Kedungturi–Kedungturi (Ruas Wage–Kedungturi), serta Perbaikan Sistem Rumah Pompa Banjarpoh.

Padahal, proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur yang dinantikan masyarakat karena berkaitan langsung dengan peningkatan akses jalan, konektivitas wilayah, hingga pengendalian banjir.

Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Makhmud, menjelaskan bahwa penyebab utama gagal tender adalah tidak adanya peserta yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi penawaran

“Proyek yang gagal tender itu ada beberapa. Kalau betonisasi ada satu, yang lainnya merupakan pekerjaan peningkatan jalan. Kendalanya karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran,” kata Makhmud. Senin (15/62026). 

Meski demikian, ia memastikan proses tender ulang segera dilakukan agar pelaksanaan proyek tidak mengalami keterlambatan yang signifikan. Menurutnya, sebagian besar pekerjaan yang ditender ulang merupakan proyek peningkatan jalan yang waktu pengerjaannya relatif lebih singkat dibanding pembangunan jalan baru.

“Kalau peningkatan jalan kurang lebih membutuhkan waktu tiga bulan. Jadi saya rasa masih cukup waktu dan tidak akan molor,” ujarnya.

Makhmud menjelaskan, pekerjaan peningkatan jalan umumnya dilakukan dengan memperkuat sisi kanan dan kiri badan jalan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan pada bagian tengah. Metode tersebut dinilai lebih efisien sehingga tidak membutuhkan waktu pelaksanaan yang terlalu lama.

“Kalau peningkatan itu kanan kiri diperkuat dulu, lalu di tengah nanti baru aspal. Sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama,” jelasnya.

Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya yang sempat mengalami keterlambatan penyelesaian proyek, Dinas PUBMSDA berupaya mempercepat seluruh tahapan administrasi dan pelaksanaan pekerjaan setelah proses tender ulang selesai.

“Kami berharap tidak akan molor lagi seperti tahun lalu. Target kami pertengahan November seluruh pekerjaan sudah selesai,” tegas Makhmud. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow