Berkoordinasi dengan Iran, Banyak Kapal Aman Melewati Selat Hormuz

Beberapa hari terakhir ini semakin banyak kapal-kapal besar seperti tanker, kapal minyak dan lainnya berhasil melewati Selat Hormuz karena telah berkoordinasi dengan Iran.

Mei 23, 2026 - 11:01
Berkoordinasi dengan Iran, Banyak Kapal Aman Melewati Selat Hormuz

MALANG - Beberapa hari terakhir ini semakin banyak kapal-kapal besar seperti tanker, kapal minyak dan lainnya berhasil melewati Selat Hormuz karena telah berkoordinasi dengan Iran.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) semalam mengumumkan, bahwa 35 kapal, termasuk kapal tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal komersial lainnya, telah melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir dengan aman setelah berkoordinasi dengan pihak Iran.

Sebelumnya, pada hari Kamis, Angkatan Laut IRGC juga melaporkan, bahwa 31 kapal telah melewati Selat Hormuz dengan aman dan lancar setelah berkoordinasi dengan pasukan angkatan laut Iran.

"Terlepas dari ketidakamanan yang diciptakan Amerika Serikat  dengan agresi militernya, angkatan laut IRGC telah membangun jalur air yang aman untuk pelayaran dan keberlanjutan perdagangan global," tegas Angkatan Laut IRGC.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, Angkatan Laut IRGC Iran mengatakan, bahwa kapal-kapal tersebut melintasi jalur air strategis setelah memperoleh izin yang diperlukan dan berkoordinasi dengan pasukan angkatan lautnya.

"Selama 24 jam terakhir, 35 kapal, termasuk kapal tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal komersial lainnya, melewati Selat Hormuz setelah memperoleh izin, dengan koordinasi dan pengamanan yang disediakan oleh Angkatan Laut IRGC," demikian pernyataan tersebut.

Ditambahkan pula bahwa meskipun terjadi ketidakamanan di Selat Hormuz yang diciptakan Amerika Serikat melalui agresi militernya, Angkatan Laut IRGC telah membangun jalur air yang aman untuk pelayaran dan kelanjutan perdagangan global.

Iran memang secara resmi telah mengumumkan pembentukan badan baru bernama Otoritas Urusan Selat Teluk Persia (PGSA), yang tugasnya adalah mengawasi urusan yang berkaitan dengan Selat Hormuz.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi otoritas tersebut di platform media sosial X dalam sebuah unggahan yang dirilis pada tanggal 18 Mei 2026 lalu.

"Dengan Nama Tuhan, Akun X resmi dari Otoritas Selat Teluk Persia (#PGSA) kini telah aktif," begitu bunyi unggahan tersebut.

"Ikuti kami untuk mendapatkan pembaruan secara real-time tentang operasi #Selat_Hormuz dan perkembangan terbaru,"  tambah unggahan itu.

Pengumuman ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian regional dan internasional terhadap isu navigasi dan keamanan di jalur perairan strategis tersebut, yang merupakan salah satu rute transit energi terpenting di dunia.

Agresi Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran  telah mengganggu pelayaran dan navigasi melalui Selat Hormuz dan berkontribusi pada meningkatnya ketidakamanan di seluruh kawasan.

Ekspor Minyak

Sementara itu Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan,  bahwa Iran telah mengekspor 1,4 juta barel minyak per hari (bpd) meskipun ada blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Dalam laporan pasar minyak terbarunya, lembaga tersebut mengumumkan bahwa produksi minyak OPEC turun sebesar 620.000 barel pada bulan April, bulan kedua agresi  Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, menjadi 20,18 juta barel per hari.

Sementara itu, pada bulan Maret, bulan pertama agresi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, tingkat produksi minyak OPEC juga turun sebesar 8,95 juta barel per hari akibat penyumbatan Selat Hormuz dan konflik di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, selama dua bulan pemberlakuan agresi Amerika Serikat-Isasel  terhadap Iran, total produksi OPEC telah menurun sebesar 9,57 juta barel per hari.

Penurunan produksi minyak OPEC sebesar 32% selama periode ini menunjukkan bahwa anggota OPEC lainnya di luar wilayah Teluk Persia belum mampu secara efektif mengimbangi penurunan produksi minyak dari wilayah ini.

Sementara kabar terbaru, Iran melalui Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)nya terus meningkatkan pengamanannya terhadap kapal-kapal besar seperti kapal tanker, kapal minyak, kapal peti kemas dan lainnya saat melewati Selat Hormuz karena telah berkoordinasi dengan Iran.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow