Profil Try Sutrisno, Arek Suroboyo yang Jadi Ajudan dan Wakil Presiden Soeharto

Wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno pada pukul 06.58 WIB, hari ini, Senin (2/3/2026) telah meninggalkan memori atas jasa-jasanya semasa hidup.

Maret 2, 2026 - 12:00
Profil Try Sutrisno, Arek Suroboyo yang Jadi Ajudan dan Wakil Presiden Soeharto

JAKARTA Wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno pada pukul 06.58 WIB, Senin (2/3/2026) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, telah meninggalkan memori atas jasa-jasanya semasa hidup. 

Sebelum menjadi Wakil Presiden, Try Sutrisno yang berlatar belakang militer ini pernah menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) tahun 1988-1993 dan ia dikenal sebagai panglima yang disukai karena ketampanan dan kegagahannya. 

Try Sutrisno yang juga disebut sebagai Arek Suroboyo dalam buku yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat Bandung tahun 2019 ini karena beliau lahir di Surabaya dan lama tinggal disana hingga lulus SMA. 

Dilansir dari buku tersebut, Andika Perkasa yang pada masa itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat menyebutkan bahwa Try Sutrisno merupakan figur prajurit yang dekat dengan bawahan dan generasi muda baik TNI maupun generasi muda pada umumnya. 

“Sosok Jenderal TNI Try Sutrisno merupakan contoh seorang prajurit yang telah banyak berjuang bagi kepentingan bangsa dan negara,” ucap Andika Perkasa dikutip dari buku Jenderal TNI Try Sutrisno, Sosok Arek Suroboyo, Senin (2/3/2026). 

Masa Kecil Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 dan besar di Kampung Genteng Bandar Lor Surabaya dari pasangan sederhana Soebandi dan Mardheyah. Try Sutrisno merupakan anak ke-3 dari 6 bersaudara. 

Dilansir dari buku tersebut, Try Sutrisno sejak kecil sudah memiliki jiwa petualangan dan rasa ingin tahu yang besar, bahkan sudah terlihat sifat tanggung jawabnya. “Saat bermain dengan teman sebayanya, banyak hal-hal kepemimpinan dan ketegasan yang ia laksanakan pada saat menyelesaikan perseteruan antar teman-temannya,” dikutip dari buku Jenderal TNI Try Sutrisno, Sosok Arek Suroboyo. 

Memasuki dunia pendidikan, Try Sutrisno menyelesaikan pendidikan dasarnya di Taman Siswa dan menariknya jelang tamat sekolah dasar, Try Sutrisno yang dulunya menggunakan huruf "i" diakhir kata Tri, diganti olehnya menjadi "y" agar terlihat lebih gaya dengan pelafalan yang sama dan penulisan yang sedikit berbeda. 

“Waktu itu tidak ada yang menyuruh. Ide sendiri saja, mungkin terinspirasi oleh bacaan di majalah,” kenang Try Sutrisno diawal tahun 2005 yang tertulis juga dibuku Jenderal TNI Try Sutrisno, Sosok Arek Suroboyo. 

Pada tahun 1953, Try Sutrisno lulus dari SMP dan ia melanjutkan pendidikannya di SMA 2-B Wijaya Kusuma. Diantara kehidupan pendidikan di Sekolah Dasar dam SMP, Try Sutrisno sempat berjualan air minum dan juga koran untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang pada masa itu harus mengungsi karena kondisi darurat. 

Selepas SMA, Try Sutrisno yang sejak awal ingin menjadi tentara dan lulus dari Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) ini pernah menjabat sebagai Danton Zipur di Kodam II/Sriwijaya hingga dipercaya sebagai Pangdam IV/Sriwijaya, Pangdam Jaya, Wakasad, Kasad, Panglima ABRI dan Wakil Presiden RI ke-6 tahun 1993-1998.

Ajudan Presiden Soeharto

Sebelum mendampingi Presiden Soeharto sebagai Presiden, Try Sutrisno lebih awal mendampingi Presiden Soeharto sebagai Ajudan Presiden pada tahun 1974 dengan pangkat Letkol Czi. 

Try Sutrisno yang dipercaya sebagai ajudan Presiden Soeharto selama 4 tahun ini memetik banyak hal diantaranya sebagai ajudan tidak hanya mendampingi Presiden saja tetapi juga harus memiliki kepekaan dan naluri intelijen terhadap kondisi lingkungan sekitar, termasuk berpikir cepat dan bertindak tepat serta tidak boleh memberitahukan kepada siapapun tentang apa yang ia lihat dan dengar dari Presiden. 

Try Sutrisno sendiri menjadi ajudan Presiden karena namanya diajukan oleh pimpinan TNI. Ia yang tidak menyangka dirinya diajukan sebagai ajudan Presiden mengikuti serangkaian tes dan hingga akhirnya terpilih menjadi ajudan Presiden. Baginya terpilih menjadi ajudan Presiden bukanlah tanggung jawab yang mudah karena menyangkut tugas dalam melayani Presiden dan kegiatannya yang cukup padat. 

Usai dari ajudan Presiden Soeharto, karir militer Try Sutrisno pun beranjak naik hingga ia menjadi Panglima ABRI dan usai pensiun dari ABRI, dirinya dipercaya menjadi Wakil Presiden RI ke-6 dan mendampingi lagi Presiden Soeharto dalam kapasitas tugas dan tanggung jawab yang jauh lebih besar. (*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow