Menhan AS Kebakaran Jenggot, Pemberitaan AS-Israel Memerangi Iran Tidak Positif

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth kebakaran jenggot, mengkritik media karena tidak positif dalam memberitakan serangan AS-Israel terhadap Iran.

Maret 14, 2026 - 10:00
Menhan AS Kebakaran Jenggot, Pemberitaan AS-Israel Memerangi Iran Tidak Positif

JAKARTA Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth kebakaran jenggot, mengkritik media karena tidak positif dalam memberitakan serangan AS-Israel terhadap Iran.

Hegseth ingin media memberitakan bahwa serangan itu sebagai sebuah keberhasilan. Ia mengecam jurnalis karena dalam memberitakannya tidak posiif.

Jumat (13/3/226) kemarin Hegseth mengklaim bahwa kampanye militer AS melawan Iran telah menjadi keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menggunakan momen konferensi pers Pentagon untuk menuduh para jurnalis meremehkan apa yang dianggap sebagai keberhasilan Washington di medan perang.

Berbicara bersama Kepala staf gabungan, ia mengklaim Iran telah kehilangan angkatan udara, angkatan laut, dan jaringan pertahanan rudal yang berfungsi setelah 13 hari serangan, dan mengatakan kampanye udara gabungan AS-Israel telah menghantam lebih dari 15.000 target sejak perang dimulai.

"Amerika Serikat sedang menghancurkan militer  Iran dengan cara yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya," kata Hegseth kepada wartawan.

Dia mengatakan kapasitas produksi rudal balistik Iran telah "secara fungsional dikalahkan" dan bahwa para pemimpin mereka bersembunyi di bawah tanah. Beberapa pemimpin senior Iran, termasuk presiden, Masoud Pezeshkian, kepala keamanan, Ali Larijani, dan menteri luar negeri, Abbas Araghchi kemarin terlihat bergabung degan rakyat Iran di Teheran untuk ikut pawai Hari Quds tahunan.

Hegseth juga mengklaim bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei yang terpilih oleh Majelis Pakar pada 8 Maret lalu setelah pembunuhan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, terluka dan kemungkinan cacat. Namun klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Para analis seperti Institut Studi Perang independen telah mengkonfirmasi kerusakan besar pada infrastruktur militer Iran dengan menggunakan citra satelit komersial, termasuk melalui serangan terhadap kompleks rudal dan pangkalan udara serta angkatan laut. 

Tetapi faktanya ternyata serangan oleh Iran masih terus berlanjut. Media pemerintah Iran bahkan mengatakan, bahwa  Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ternyata juga terus meluncurkan rentetan rudal dan drone ke instalasi militer AS di negara-negara Teluk dan ke Israel.

Hegseth juga mengkonfirmasi bahwa investigasi militer AS memang sedang berlangsung terkait serangan udara terhadap sebuah sekolah perempuan di Iran yang membunuh sedikitnya 175 bocah Sekolah Dasar. Menteri Pertahanan mengatakan bahwa petugas investigasi adalah seorang jenderal, yang berasal dari luar Komando Pusat AS, tetapi tidak membahas substansi tuduhan secara langsung. Temuan awal dari investigasi tersebut dilaporkan menemukan bahwa AS membom sekolah tersebut.

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan pada konferensi pers itu bahwa AS menembakkan "rudal serang presisi pertama yang pernah digunakan dalam pertempuran, yang menjangkau jauh ke wilayah musuh". Senjata anti-kapal ini dirancang agar lebih presisi dan beroperasi pada jarak yang lebih jauh daripada versi rudal sebelumnya.

Terlepas dari klaim dominasi medan perang yang hampir total, Pentagon ternyata juga masih mengakui bahwa Selat Hormuz,  jalur pelayaran utama untuk minyak Teluk, terutama minyak Iran sendiri , sebagian masih tertutup untuk pelayaran komersial, dan mereka belum memulai operasi pengawalan angkatan laut.

Menanggapi isu selat tersebut, Hegseth mengecam pemberitaan yang menyatakan bahwa AS belum siap menghadapi penutupan jalur pelayaran secara efektif oleh Iran. "Satu-satunya hal yang menghambat transit di Hormuz saat ini adalah Iran yang menembaki kapal," kata Hegseth. "Selat tersebut terbuka untuk transit jika Iran tidak melakukan itu," tambahnya.

Sepanjang jumpa pers tersebut, Hegseth berulang kali mengkritik liputan berita tentang perang, bahkan pada satu titik mengusulkan judul berita sesuai keinginannya untuk liputan TV.
"Apa yang sebaiknya tertulis di spanduk TV?". Bagaimana kalau 'Iran semakin putus asa'?," usulnya.

Seorang jurnalis mengatakan bahwa mereka dilarang masuk ke konferensi pers, bersama dengan semua fotografer media cetak. Hal itu dilaporkan karena beberapa foto Hegseth yang telah diterbitkan dianggap "tidak pantas".

Pete Hegseth yang sedang kebakaran jenggot itu secara khusus menuding CNN, dengan mengatakan: "Semakin cepat David Ellison mengambil alih jaringan CNN semakin baik". Ellison adalah sekutu Trump,  kandidat terdepan untuk mengakuisisi perusahaan induk CNN, Warner Bros Discovery, dan dilaporkan telah mengatakan kepada pejabat pemerintahan Trump bahwa ia akan melakukan perubahan besar pada jaringan tersebut jika kesepakatan telah tercapai. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow