Presiden Prabowo: Kritik Wajar dalam Demokrasi, Tapi Jangan Melemahkan Negara

Presiden Prabowo Subianto menilai kritik terhadap pemerintah adalah hal wajar dalam demokrasi, namun tidak seharusnya dilakukan dengan tujuan menimbulkan kecemasan publik atau melemahkan negara.

Maret 13, 2026 - 23:30
Presiden Prabowo: Kritik Wajar dalam Demokrasi, Tapi Jangan Melemahkan Negara

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menilai sebagian pengamat memiliki sikap sempit karena tidak menginginkan pemerintah berhasil dengan memunculkan kecemasan di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jumat. Menurutnya, kritik dan perbedaan pendapat dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya dilakukan dengan tujuan melemahkan negara.

“Pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya. Ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa persaingan politik merupakan hal yang normal dalam demokrasi. Proses tersebut terjadi melalui berbagai kontestasi politik seperti pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, hingga pemilihan presiden yang berlangsung setiap lima tahun.

Namun, menurutnya, setelah proses politik selesai seluruh pihak seharusnya kembali bersatu demi menjaga stabilitas dan memperkuat negara.

“Pengamat-pengamat menurut saya ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Saya juga tidak mengerti pemikirannya seperti apa, karena kita satu negara. Ini kan satu kapal, kalau kapalnya oleng mereka juga oleng,” katanya.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki berbagai data serta laporan intelijen terkait pihak-pihak yang mencoba mempengaruhi opini publik.

Ia menegaskan pemerintah akan terus menertibkan berbagai praktik yang merugikan negara, termasuk upaya pemberantasan korupsi.

Menurut Presiden, pemerintah saat ini tetap mengedepankan pendekatan berbasis data dan bukti, serta percaya masyarakat akan memahami langkah-langkah yang diambil pemerintah.

Selain itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi tantangan global, termasuk kemungkinan kondisi ekonomi yang sulit.

Meski demikian, ia optimistis Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai krisis.

“Kita menghadapi tantangan, kita siap skenario-skenario yang paling buruk. Tapi kita punya kekuatan, negara kita punya kekuatan yang besar. Tinggal kita mengelolanya sebagaimana pernah kita atasi krisis-krisis besar. Saya yakin kita akan tambah kuat,” imbuhnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow