Layani Jemaah Haji di Makkah, 452 Bus Sholawat Beroperasi 24 Jam Non Stop
Bus sholawat sendiri sudah beroperasi sejak kedatangan perdana jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju ke Makkah pada Kamis (30/4/2026) lalu.
MAKKAH - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah haji Indonesia, di antaranya bus sholawat.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengatakan, bus sholawat sendiri sudah beroperasi sejak kedatangan perdana jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju ke Makkah pada Kamis (30/4/2026) lalu.
“Layanan ini beroperasi mulai kedatangan jemaah pertama kalinya di Makkah pada 30 April 2026 hingga kepulangan kembali jemaah ke Tanah Air,” ucap Jubir Kemenhaj Maria Assegaf dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Maria menjelaskan, bus sholawat sendiri beroperasi selama 24 jam non stop dalam melayani jemaah haji Indonesia dari dan menuju ke Masjidil Haram Makkah.
“Jemaah haji yang akan menuju Masjidil Haram akan difasilitasi melalui tiga titik pemberhentian yaitu Terminal Ajyad, kemudian Jabal Ka'bah dan Syib Amir,” jelasnya.
Menariknya, lanjut Maria, dari 452 armada bus sholawat yang siap melayani jemaah haji Indonesia, 52 bus diantaranya merupakan bus sholawat yang ramah lansia dan disabilitas.
Ia menerangkan, bus sholawat sendiri akan melayani 21 rute dan untuk mempermudah jemaah haji Indonesia bus tersebut dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor.
“Tapi tenang saja, setiap jemaah telah dibekali kartu panduan penunjuk rute bus sholawat yang wajib dibawa untuk mempermudah perjalanan,” terangnya.
“Kami pun, petugas haji, siap mendampingi jemaah kapanpun saat mengalami kesulitan. Jadi jangan segan-segan untuk bertanya kepada petugas haji,” sambungnya.
Ia berharap hadirnya bus sholawat dapat dimanfaatkan dengan optimal bagi jemaah haji Indonesia yang akan atau dari Masjidil Haram sehingga ibadahnya berjalan aman dan lancar.
“Kami berharap akses ini dapat dimanfaatkan dengan tertib oleh jemaah di mana layanan ini disiapkan untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan nyaman, aman dan mudah menjangkau Masjidil Haram terutama bagi jemaah lansia, disabilitas dan perempuan,” tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?