Polisi Periksa 11 Saksi Ledakan Petasan Situbondo
Polisi periksa 11 saksi ledakan petasan di Situbondo yang menewaskan dua orang dan melukai lima korban. Penyelidikan masih berlangsung.
SITUBONDO Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo, Jawa Timur, terus mendalami insiden ledakan bahan petasan yang menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya. Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya 11 saksi untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, mengatakan belasan saksi yang dimintai keterangan merupakan warga sekitar lokasi ledakan di rumah milik Ibu Kulsum (60), Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih.
“Kami telah memeriksa 11 orang saksi, dan belasan saksi insiden ledakan petasan tersebut merupakan tetangga atau warga sekitar sumber ledakan,” ujarnya di Situbondo, Kamis (26/2/2026).
Menurut Agung, penyidik belum dapat memeriksa lima korban selamat karena masih mengalami trauma berat. Kondisi psikologis korban menjadi pertimbangan utama sebelum proses pemeriksaan lanjutan dilakukan.
Kelima korban luka bakar rata-rata mengalami cedera sekitar 50 persen. Mereka sebelumnya dirawat di RSUD Asembagus dan kini menjalani rawat jalan.
“Lima korban ledakan belum bisa dimintai keterangannya, karena mereka masih trauma dan sedang rawat jalan akibat luka bakar pascaledakan petasan pekan lalu,” katanya.
Polisi bersama Tim Identifikasi serta Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, petugas mengamankan 18 barang bukti.
Barang bukti tersebut meliputi selongsong petasan, alat penggulung selongsong, sumbu petasan, rekaman CCTV, pakaian, dan sejumlah material lain yang diduga terkait dengan sumber ledakan.
Hasil pemeriksaan forensik terhadap barang bukti itu masih dalam proses untuk memastikan pemicu utama ledakan.
Ledakan hebat terjadi pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Rumah milik Ibu Kulsum ambruk hingga rata dengan tanah akibat ledakan serbuk petasan.
Peristiwa tersebut menewaskan dua orang. Supriyadi (50) meninggal di lokasi setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara Abdurrahman (15) mengembuskan napas terakhir pada Kamis (26/2/2026) setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soebandi Jember.
Adapun lima korban luka bakar yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25), dan Ibu Kulsum (60). Kondisi mereka dilaporkan mulai membaik meski masih dalam pemulihan. (*)
Apa Reaksi Anda?