Sosok Kartel El Mencho yang Kematiannya Picu Kerusuhan Nasional di Meksiko
El Mencho memilih membangun citra melalui anak buah CJNG yang diidentikkan dengan barisan pria dengan rompi dan senapan serbu serta kendaraan berlogo CJNG.
JAKARTA Operasi khusus Meksiko berhasil mengakhiri perburuan panjang salah satu gembong narkoba paling di cari di dunia dengan menumbangkan El Mecho, seorang bos kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG) berusia 60 tahun, pada Minggu (23/2/2026).
Kematiannya memicu kerusuhan nasional. Jalanan diblokir dengan bus-bus terbakar dan pasukan bersenjata yang menghancurkan fasilitas umum menyebar di seluruh negara.
Kerusuhan di Negeri Matahari yang diakibatkan oleh kematian El Mencho mengakibatkan terjadinya pembatalan beberapa jadwal sepak bola, penerbangan keluar negara serta diliburkannya sekolah-sekolah.
Di balik gelombang kekerasan itu, muncul pertanyaan yang lebih mendasar. Siapa sebenarnya El Muncho, dan bagaimana seorang pemuda imigran ilegal bisa menjelma menjadi pemilik tahta salah satu organisasi kriminal paling kuat dan brutal di dunia?
Nemesuo Ruben Oseguera Cervantes
Nemesio Ruben Oseguera Cervantes atau kemudian sering disebut sebagai El Mencho lahir di Aguila, negara bagian Michoacan, Meksiko pada 17 Juli 1966. Ia lahir dari keluarga petani miskin, serta tinggal puluhan tahun di wilayah yang dikenal sebagai ladang opium dan ganja.
Saat baru berusia 20 tahun, ia menyeberang secara ilegal ke Amerika Serikat yang beberapa kali berakhir di tangkap.
Dalam Arsip Drug Enforcement Administration (DEA), tercatat ia pernah ditahan karena kepemilikan ganja dan kemudian divonis pada 1994 karena menjual heroin kepada polisi yang menyamar di San Francisco. Ia menjalani hampir tiga tahun penjara sebelum akhirnya dideportasi kembali ke Meksiko.
Pembunuh Bayaran
Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, saat ia berusia sekitar 26 tahun, El Mencho bekerja sebagai operator lapangan dan pembunuh bayaran untuk jaringan yang berafiliasi dengan Sinaloa Cartel. Kartel ini kala itu menjadi kekuatan dominan dalam perdagangan narkoba Meksiko, dipimpin antara lain oleh Joaquín "El Chapo" Guzmán.
Semakin banyak orang mengenal sosoknya sejak saat itu, ia dikenal sebagai sosok dingin, tertutup, dan strategis.
Pada 2009, ia disebut mengkhianati atasannya di Kartel Milenio demi mendapatkan dukungan dari tokoh penting Sinaloa. Keberaniannya itulah yang melahirkan kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG) di tahun 2010 sebagai “sayap” bersenjata yang mendukung Sinaloa.
Namun aliansi itu tidak bertahan lama. Ketika Ignacio “Nacho” Coronel, salah satu pemimpin tertinggi kartel Sinaloa tewas dalam operasi militer, keseimbangan kekuasaan berubah. El Mencho memanfaatkan kekosongan itu untuk membangun tahta dengan dirinya sebagai penguasa baru.
Deklarasi CJNG
Deklarasi ke publik atas kekuasaan dan kekuatan CJNG terjadi pada 20 September 2011 di Boca del Río, Veracruz. Saat itu, CJNG mengerahkan enam truk berisi 35 mayat manusia untuk memblokir jalan raya.
Para korban diduga anggota Los Zetas, kelompok paramiliter yang dikenal brutal. Aksi tersebut bukan sekadar pembantaian, tetapi pernyataan terbuka ke publik bahwa ada kekuatan yang harus lebih ditakuti, yaitu CNJG atau dijuluki “Mata Zetas”.
Sejak saat itu, CJNG berkembang dengan pola yang berbeda dari kartel tradisional. Di bawah komando El Mencho, kelompok ini menunjukkan militerisasi yang masif dan opresif. Mereka menggunakan peluncur roket, drone pembawa bahan peledak, ranjau darat, hingga kendaraan lapis baja rakitan.
Pada tahun 2015, ketika aparat berusaha menangkapnya, CJNG melakukan penyergapan yang menewaskan 15 anggota militer dan menembak jatuh helikopter tentara. Peristiwa itu menjadi sebuah momen penting yang membuat pemerintah mengkategorikan CJNG sebagai ancaman keamanan nasional yang nyata.
Buronan Global
Seiring dengan berkembangnya mereka yang mengelola narkotika seperti kokain, fentanyl, dan metamfetamin, hingga jaringan yang meluas hingga 50 negara bagian Amerika Serikat, otoritas Amerika Serikat mendakwa El Mencho pada 2017 atas konspirasi distribusi narkotika dan penggunaan senjata api dalam perdagangan narkoba.
Ia masuk dalam daftar buronan paling dicari di dunia, dengan pemberian hadiah jutaan dolar untuk siapapun yang memberikan informasi yang membantu dalam penangkapannya.
Berbeda dengan El Chapo yang sempat tampil di ruang publik, El Mencho hampir tidak pernah muncul secara publik. Sampai saat ini, hanya sedikit foto lamanya yang beredar dan bisa diakses publik.
Ia memilih membangun citra melalui anak buah CJNG yang diidentikkan dengan barisan pria dengan rompi dan senapan serbu serta kendaraan berlogo CJNG. Ia juga lebih memilih untuk membangun citra melalui kekerasan.
Pada 2020, ia melancarkan upaya pembunuhan terhadap kepala polisi Mexico City, Omar García Harfuch. Hal ini memperlihatkan kekuasaan dan kekuatan CJNG bahkan di pusat ibu kota. Setelah kemenangannya, CJNG “konvoi” dengan cara menembakkan 100 peluru dalam 1 menit di pusat kota. Di tahun yang sama, setelah otoritas putranya diekstradisi ke Amerika Serikat, hakim yang menangani kasus tersebut ditembak mati.
Akhir Perburuan
Operasi yang menewaskannya psda Februari 2026 memang mengakhiri perjalanannya sebagai bos kartel berpengaruh yang bersahabat dengan kekerasan dan darah. Namun, kerusuhan yang terjadi pasca berakhirnya hidup El Mencho menunjukkan bahwa “struktur” yang ia bangun di dalam CJNG tidak hilang bersama dengan napasnya.
Sistem yang melahirkan dan membesarkannya masih terus berputar di Meksiko. Bayang-bayang kartel tetap menjadi bagian dari wajah Meksiko sampai dengan hari ini. (*El Pais English, The Guardian,Univision News)
Pewarta: Annisa Maghzar Vidyantoro
Apa Reaksi Anda?