200 RW di Kota Probolinggo Serentak Kurve, Wali Kota Pantau Lewat Zoom
Sebanyak 200 RW di Kota Probolinggo serentak korve peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, bersih-bersih pasar dan permukiman serta tanam ribuan pohon untuk wujudkan kota bersih dan Proklim.
PROBOLINGGO - Sebanyak 200 Rukun Warga (RW) di seluruh Kota Probolinggo bergerak serentak membersihkan lingkungan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Sabtu (6/6/2026). Aksi korve massal ini menjadi wujud nyata komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan sekaligus mendukung Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI).
Peringatan yang mengusung tema *Inspired by Nature for Climate and for Our Future* tersebut dipusatkan di depan pintu utama Pasar Baru. Wali Kota Probolinggo Aminuddin memimpin apel sebelum turun langsung melakukan kerja bakti bersama forkopimda dan jajaran perangkat daerah.
Dalam sambutannya, dokter sekaligus wali kota itu memberikan apresiasi khusus kepada para relawan kebersihan. Menurutnya, mereka adalah garda terdepan yang bekerja tanpa pamrih. "Bahkan saat hujan mereka tetap turun membersihkan sungai, saluran air dan sampah di berbagai titik. Tanpa mereka, upaya menjaga lingkungan tidak akan berjalan optimal," ujar Aminuddin.
Kurve di lingkungan RW 2 Kelurahan Wiroborang Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)
Usai apel, Aminuddin memantau pelaksanaan korve di 200 RW melalui sambungan zoom meeting. Ia berdialog langsung dengan sejumlah lurah, ketua RW, dan warga yang terlibat. Dari layar panggungnya, terlihat warga di berbagai titik sedang memunguti sampah, membersihkan selokan, dan merapikan ruang terbuka hijau.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, ketua RT, RW, lurah, camat, dan semua pihak yang telah berpartisipasi. Kekompakan dan kepedulian masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga lingkungan," kata Aminuddin.
Setelah sesi pemantauan virtual, wali kota bersama rombongan langsung memunguti sampah di area Pasar Baru. Ia juga menyapa para pedagang dan pengunjung, mengajak mereka terus menjaga kebersihan pasar. "Pasar adalah wajah kota dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kebersihan pasar harus menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat nyaman berbelanja dan aktivitas ekonomi semakin berkembang," tegasnya.
Aminuddin juga menyebutkan bahwa keberhasilan Kota Probolinggo sebagai daerah yang mampu mengendalikan inflasi tidak lepas dari pengelolaan pasar yang baik, termasuk aspek kebersihan. Ia menekankan bahwa kebersihan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Retno Wandansari, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan tahun ini mengusung tema "Kota Probolinggo Proklim" yang merupakan singkatan dari Probolinggo Inovatif Berketahanan Iklim. Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, penghijauan, dan upaya menghadapi perubahan iklim.
Wali Kota Probolinggo bersih bersih di Pasar BaruKota Probolinggo. (Foto: Humas Pemkot Probolinggo For TIMES Indonesia)
Sebelum aksi serentak pada Sabtu pagi, kegiatan dimulai lebih awal dengan korve rutin pada 5 Juni yang diikuti sekitar 250 peserta. Pada puncak peringatan, selain aksi bersih-bersih di lima pasar dan 200 RW, panitia juga menggelar lomba vlog lingkungan yang diikuti seluruh RW dengan total peserta sekitar 500 orang.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga Kota Probolinggo tetap bersih dan nyaman," ujar Retno.
Pemerintah Kota Probolinggo juga terus mendorong peningkatan ruang terbuka hijau melalui penanaman 1.000 bibit pohon beringin dan kayu putih. Rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 masih akan berlanjut dengan berbagai kegiatan edukatif, antara lain sosialisasi pengurangan kantong plastik sekali pakai di Pasar Randu Pangger pada 10 Juni, sarasehan lingkungan dan penanaman bibit gayam di Kelurahan Pilang pada 11 Juni, serta edukasi lingkungan di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) pada 17 hingga 19 Juni.
Kegiatan di TWSL mencakup lomba mewarnai tingkat TK, lomba melukis tingkat SD, dan sosialisasi cinta satwa yang bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia. Selain itu, akan digelar penguatan kolaborasi lintas iman dalam pengelolaan lingkungan di tempat ibadah pada 18 Juni 2026.
Apa Reaksi Anda?