Desa Wisata Wringinanom Wakili Kabupaten Malang dalam Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan

Desa Wisata Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, selangkah lebih dekat untuk meraih Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan Tahun 2026 dari Kementerian Pariwisata RI.

Juli 23, 2026 - 19:33
Desa Wisata Wringinanom Wakili Kabupaten Malang dalam Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan

MALANG - Desa Wisata Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, selangkah lebih dekat untuk meraih Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan Tahun 2026 dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Desa wisata ini berhasil lolos Panel Reviu I dan kini mengikuti tahapan asesmen lapangan yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026. 

Asesmen tersebut menjadi bagian penting dalam proses sertifikasi yang bertujuan memastikan pengelolaan desa wisata berjalan secara profesional, berkelanjutan, ramah lingkungan, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Tim auditor dari Lembaga Sertifikasi Indonesia Sustainable Tourism Council (LS-ISTC) bersama Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Malang melakukan verifikasi dokumen, wawancara dengan para pemangku kepentingan, hingga peninjauan langsung ke berbagai destinasi dan fasilitas wisata di Desa Wringinanom.

Beberapa lokasi yang menjadi objek penilaian meliputi Sekretariat Pokdarwis, galeri UMKM di Rest Area Wringinanom, homestay berbasis masyarakat, Rest Area Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru, sentra kerajinan sandal, hingga wahana Banyumaro River Tubing.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando H. Matondang, menyebut lolosnya Desa Wisata Wringinanom ke tahap asesmen lapangan menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan perkembangan positif desa wisata di Kabupaten Malang.

Pihaknya pun mengapresiasi kerja keras Pemerintah Desa Wringinanom, Pokdarwis Dewi Anom, pelaku UMKM, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi membangun desa wisata yang berkualitas.

"Asesmen ini bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Desa Wisata Wringinanom telah menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan aspek tata kelola, sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan," jelasnya.

Menurut Firmando, keberhasilan Desa Wisata Wringinanom mencapai tahap ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mengembangkan destinasi berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Ia berharap proses asesmen berjalan lancar sehingga Desa Wisata Wringinanom mampu meraih sertifikasi nasional sekaligus menjadi inspirasi bagi desa wisata lainnya di Kabupaten Malang.

"Lebih dari itu, kami ingin pencapaian ini menjadi motivasi bagi desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Malang untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi, memperkuat pelestarian budaya dan lingkungan, serta menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas bagi wisatawan.

Dengan semangat kolaborasi, pihaknya optimistis Kabupaten Malang akan semakin dikenal sebagai destinasi pariwisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mendunia.

Selama ini, Desa Wisata Wringinanom dikenal memiliki beragam potensi wisata berbasis masyarakat. Selain menawarkan Banyumaro River Tubing, desa ini juga mengembangkan homestay warga, kerajinan berbahan eceng gondok, kerajinan sandal, seni bantengan, hingga berbagai produk UMKM lokal yang menjadi daya tarik wisata.

Apabila berhasil memperoleh Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2026, Wringinanom diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Malang yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow