Pesawat Militer AS Jatuh di Irak, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

Pesawat tanker militer AS jatuh di Irak saat operasi terkait perang Iran. Teheran menegaskan akan terus memblokir Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dunia.

Maret 13, 2026 - 09:30
Pesawat Militer AS Jatuh di Irak, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

JAKARTA Amerika Serikat mengonfirmasi jatuhnya sebuah pesawat pengisi bahan bakar militer di wilayah Irak barat. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pesawat yang jatuh tersebut merupakan KC-135 Stratotanker, pesawat pengisi bahan bakar di udara yang mendukung operasi militer di kawasan.

Militer AS menyatakan pesawat tersebut terlibat dalam operasi terkait konflik dengan Iran. Namun pihak militer menegaskan kecelakaan itu bukan akibat tembakan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri.

“Upaya penyelamatan masih berlangsung,” demikian pernyataan resmi militer AS.

Dalam insiden tersebut, dilaporkan ada dua pesawat yang terlibat dalam operasi yang sama. Satu pesawat mengalami kecelakaan, sementara pesawat lainnya berhasil mendarat dengan selamat.

Iran Tegaskan Blokade Selat Hormuz

Di tengah eskalasi tersebut, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan publik pertamanya sejak resmi menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Melalui pesan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa negaranya akan menggunakan penutupan Selat Hormuz sebagai alat tekanan strategis terhadap musuh-musuhnya.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

“Iran harus menggunakan tuas strategis berupa penutupan Selat Hormuz, karena wilayah itu menjadi titik kelemahan musuh,” demikian isi pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah Iran.

Dalam pernyataannya, Khamenei juga memperingatkan negara-negara tetangga Iran agar tidak memberikan fasilitas militer kepada Amerika Serikat.

“Kami memiliki hubungan perbatasan dengan 15 negara tetangga dan selalu berupaya menjaga hubungan yang konstruktif. Namun mereka harus memperjelas sikap terhadap agresi terhadap tanah air kami,” ujarnya.

Ia bahkan meminta negara-negara di kawasan untuk segera menutup pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka.

Serangan Kapal dan Lonjakan Harga Minyak

Ketegangan di kawasan Teluk juga semakin meningkat setelah sejumlah kapal kargo dilaporkan diserang di perairan Teluk.

Sedikitnya tiga kapal dagang dilaporkan menjadi sasaran serangan, yang diduga melibatkan pasukan Iran.

Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran pasar global. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam, dengan Brent crude sempat menembus 101 dolar AS per barel. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow