MUI Berduka Atas Wafatnya Ali Khamenei, Indonesia Didesak Segera Mundur dari BoP

MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina.

Maret 1, 2026 - 14:00
MUI Berduka Atas Wafatnya Ali Khamenei, Indonesia Didesak Segera Mundur dari BoP

JAKARTA Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika yang terjadi baru-baru ini.

"Kita menyampaikan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Sebagai syahada kita doakan semoga menjadi penghuni surga," katanya dalam keterangan resminya diterima TIMES Indonesia, Minggu (1/3/2026).

Ia menegaskan, MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan UUD 1945 yaitu "...ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial."

Menurutnya, MUI memahami bahwa serangan Iran ke negara teluk adalah sebuah pembalasan atas serangan Amerika dan Israel yang sasarannya adalah pangkalan militer. Serangan balasan Iran ini dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional. 

Ia menambahkan, deklarasi PBB yang menyebutkan bahwa semua Negara Anggota wajib menahan diri dalam hubungan internasional mereka dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan tujuan PBB.

Menurutnya, serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang kemudian telah dibalas oleh Iran, merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas. Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. 

"Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil," jelasnya.

Membatasi Dukungan pada Palestina 

KH Anwar Iskandar juga menyebut, motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina.

"Dalam konteks konflik Israel Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina," katanya.

Amerika Serikat, yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP, menghadapi pertanyaan besar yaitu apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil.

"Atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina," ujarnya.

Indonesia Didesak Mundur 

Untuk itu, kata dia, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina. 

"Karena yang terjadi justru sebaliknya Trumph melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran dan memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi," katanya 

MUI juga mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia agar terus melakukan Qunut Nazilah secara sungguh-sungguh berdoa dalam shalat untuk memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah SWT terhadap umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di berbagai belahan dunia.

"MUI menyerukan kepada PBB dan OKI untuk melakukan langkah-langkah maksimal menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. MUI berkeyakinan bahwa perang hanya akan mendatangkan kemudhorotan global," ujarnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow