Permasalahan Sampah di Kawasan Wisata Pantai Malang Selatan Perlu Perhatian Bersama
Hamparan pantai nan indah menjadi salah satu daya tarik dan potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Malang.
MALANG - Hamparan pantai nan indah menjadi salah satu daya tarik dan potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Malang. Tren kunjungan juga naik setiap tahunnya. Meski begitu, hingga kini persoalan pengelolaan sampah di kawasan pesisir Malang Selatan masih menjadi persoalan yang harus diatasi bersama-sama.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke pantai di Malang mencapai sekitar 1,5 juta orang sepanjang 2025.
“Tahun 2025, pengunjung pantai di Malang mencapai 1,5 juta orang. Dan diprediksi bisa terus naik seiring perbaikan infrastruktur menuju pantai Malang Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan kesiapan daerah dalam mengelola dampak yang ditimbulkan, salah satunya persoalan sampah.
“Negatifnya di antaranya bagaimana kesiapan Kabupaten Malang mengelola sampah di Malang Selatan. Ini menjadi catatan yang sudah kami inisiasi dengan Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Firmando menyebut, penanganan sampah di kawasan wisata pantai kini menjadi prioritas yang tengah dikoordinasikan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Upaya tersebut difokuskan pada wilayah pesisir yang menjadi destinasi utama wisatawan.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan untuk pengelolaan sampah. Hal ini disebabkan sebagian besar wilayah di Malang Selatan berada di bawah kewenangan kehutanan.
“Kita tidak punya tanah. Tanah itu ada dua kepemilikan besar, yaitu kehutanan sosial di bawah provinsi dan Perhutani,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mulai melakukan pendekatan dengan kelompok pengelola kehutanan sosial guna mencari lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah.
“Kami mencoba pendekatan melalui kelompok-kelompok pengelola kehutanan sosial untuk mencari lokasi pengelolaan sampah,” tambahnya.
Ke depan, Dinas Lingkungan Hidup akan menyiapkan program khusus untuk menangani persoalan sampah di Malang Selatan, termasuk di kawasan wisata pantai.
Peningkatan jumlah wisatawan yang tidak diiringi dengan pengelolaan sampah yang baik dikhawatirkan dapat berdampak pada kualitas lingkungan dan menurunkan daya tarik wisata itu sendiri.
Oleh karena itu, sinergi antarinstansi serta dukungan masyarakat dan pelaku wisata menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di kawasan pantai Kabupaten Malang. (*)
Apa Reaksi Anda?