Perdana dalam Sejarah, Kepala Kemenag se-Jawa Barat Berkumpul di Kota Banjar Sebelum Pantau Hilal

Puluhan Kepala Kemenag se-Jawa Barat berkumpul di Kota Banjar untuk memperkuat kolaborasi, moderasi beragama, dan persiapan sidang isbat Zulhijah 2026.

Mei 15, 2026 - 20:01
Perdana dalam Sejarah, Kepala Kemenag se-Jawa Barat Berkumpul di Kota Banjar Sebelum Pantau Hilal

BANJAR - Sebanyak 27 Kepala Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Barat berkumpul dan bersilaturahmi di Pendopo Wali Kota Banjar untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jumat (15/5/2026).

Pertemuan besar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan "Ngagas Tipis Kolaborasi" yang diinisiasi oleh Kota Banjar. Selain para kepala kantor, hadir pula para Kepala Bidang serta pembimbing masyarakat (Pembimas) dari seluruh lintas agama.

Kepala Kemenag Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus, menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar touring menuju Pantai Madasari, melainkan implementasi dari program prioritas Menteri Agama terkait layanan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

"Ini adalah momentum sejarah. Selama setahun lebih saya menjabat, baru kali ini seluruh pimpinan Kemenag se-Jawa Barat bisa berkumpul di Kota Banjar. Ini adalah berkah bagi kota kita," ujar Ahmad Fikri saat ditemui di sela acara.

Ia berharap kehadiran para pejabat dari luar daerah ini mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Kota Banjar.

Kepala Kemenag Kota BanjarKepala Kemenag Kota Banjar. (FOTO: Susi/TIMES Indonesia)

"Minimal orang luar tahu kondisi Banjar seperti apa, sehingga ke depan Banjar semakin berdaya dan maslahat," tambahnya.

Persiapan Sidang Isbat Zulhijah
Selain silaturahmi, kunjungan ini merupakan rangkaian persiapan menjelang pelaksanaan Isbat Rukyatul Hilal untuk menentukan awal bulan Zulhijah (bulan Haji).

Kanwil Kemenag Jawa Barat sendiri telah menetapkan empat titik pantau hilal utama di Jawa Barat, yakni di Pangandaran (sebagai titik puncak acara pada hari Ahad), Kota Banjar, Subang dan Sukabumi.

"Meskipun biasanya keramaian rukyat terjadi saat menentukan Ramadan atau Syawal, namun penentuan awal Zulhijah adalah kewajiban negara untuk hadir memberikan kepastian bagi umat," jelas Ahmad Fikri.

Membangun Harmoni dan Moderasi
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa kegiatan yang melibatkan berbagai unsur agama ini bertujuan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan harmoni.

"Kegiatan silaturahmi ini rutin kami lakukan. Harapannya ke depan kita bisa saling menghargai, menjaga harmoni, dan tetap damai. Kita semua harus menanamkan rasa cinta sesama," tutur H. Dudu Rohman.

Setelah bertolak dari Kota Banjar, rombongan melanjutkan perjalanan menuju wilayah pesisir Pangandaran untuk melaksanakan tugas kenegaraan memantau hilal, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektoral di lingkungan Kemenag Jawa Barat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow