Berbagi Takjil On The Road Kendaraan Sound Horeg, Pengguna Jalan Keluhkan Kemacetan
Pembagian takjil on the road melalui kendaraan yang dipenuhi musik pengeras audio di atas kendaraan dikeluhkan pengguna jalan.
MALANG Pembagian takjil on the road melalui kendaraan yang dipenuhi musik pengeras audio di atas kendaraan dikeluhkan pengguna jalan, di ruas jalan raya Bululawang ke arah Turen Kabupaten Malang, Minggu (8/3/2026) petang.
Dedik, salah seorang pengguna jalan yang melintas jalan Bululawang-Turen sore itu mengeluhkan terjebak kemacetan akibat pembagian takjil yang didapati orang tersebut.
Karena diiringi bunyi musik audio sound horeg, aktivitas ini menyedot banyak warga. Paket takjil tampak dibagikan dari atas kendaraan yang dipenuhi sound. Pengguna jalan yang kebetulan melintas, terjebak kemacetan dari dua arah.
"Saya melintas pukul 15.30 WIB, dan baru lolos kemacetan pukul 17.30 WIB. Jalanan macet total dua arah. Tepatnya di sekitar depan Kantor BP Audio Bululawang. Ini jelas merugikan pengguna jalan yang lewat," kesal Dedik, kepada TIMES Indonesia, Minggu (8/3/2026).
Dikatakan, kemacetan ini diduga akibat kurang koordinasinya panitia takjil dengan petugas keamanan.
"Namun, setelah di-up di beberapa WAG Malang raya, baru turun petugas kepolisian dan adanya pengalihan arus," terang aktivis LSM GI ini.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang, Ipda Andi Agung Prawiro, ketika dikonfirmasi menyampaikan, berdasarkan informasi laporan dari Kapolsek Bululawang, telah dilakukan pengamanan di lokasi kemacetan saat pembagian takjil tersebut.
Petugas juga melaporkan, telah melakukan pengalihan arus lalu lintas kendaraan yang dari selatan, yang dialihkan ke arah Curungrejo Kepanjen.
Fenomena berbagi takjil disertai penggunaan kendaraan audio musik memang mulai marak. Sebelumnya, aktivitas ini didapati TIMES Indonesia di wilayah Kepanjen, tepatnya pinggir jalan raya timur kawasa Stadion Kanjuruhan, Jumat (6/3/2026) sore. (*)
Apa Reaksi Anda?