Polres Majalengka Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Heboh Teror Pocong Bersenjata
Informasi yang menyebar cepat di media sosial itu membuat sebagian warga percaya bahwa telah terjadi teror makhluk misterius di wilayah mereka.
MAJALENGKA - Warga Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sempat dibuat resah setelah beredarnya foto sosok pocong membawa senjata tajam di berbagai grup WhatsApp dan media sosial.
Foto tersebut viral disertai caption bernada peringatan yang menyebut 'waspada pocong jadi-jadian telah sampai di Cijati Majalengka', hingga memicu kepanikan dan keresahan masyarakat.
Informasi yang menyebar cepat di media sosial itu membuat sebagian warga percaya bahwa telah terjadi teror makhluk misterius di wilayah mereka.
Bahkan, isu tersebut terus meluas dan ikut dibagikan ke berbagai desa serta kecamatan lain di Kabupaten Majalengka.
Menanggapi situasi tersebut, jajaran TNI-Polri langsung bergerak cepat. Babinsa bersama Bhabinkamtibmas turun langsung melakukan penelusuran ke lokasi yang disebut dalam foto viral tersebut.
Petugas mendatangi rumah yang tampak dalam gambar untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Namun hasil penyelidikan menunjukkan fakta berbeda. Foto pocong bersenjata yang viral itu dipastikan bukan penampakan asli, melainkan hasil rekayasa digital menggunakan teknologi Artificial Intelligence atau AI.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto menjelaskan bahwa pembuat editan tersebut diketahui merupakan anak di bawah umur.
Awalnya hanya iseng membagikan hasil editan kepada teman-temannya, ia tak menyangka unggahan itu akan viral dan menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Dalam video klarifikasi yang beredar, pembuat gambar tersebut mengakui bahwa foto pocong bersenjata itu dibuat menggunakan AI.
Ia menyebut ide tersebut hanya sekadar iseng dan tidak pernah membayangkan dampaknya bisa meluas hingga membuat warga takut.
Meski pelaku pembuat editan telah diketahui dan memberikan klarifikasi, isu teror pocong bersenjata justru terus berkembang di media sosial.
Sejumlah unggahan lain bahkan mengklaim kemunculan sosok serupa di wilayah berbeda di Majalengka, sehingga memunculkan gelombang kepanikan baru di masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya," ujarnya, Senin (25/5/2026).
"Warga diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial, terutama di era teknologi digital dan AI yang semakin canggih," imbuh Kapolsek.
Menurut Iptu Piki, masyarakat boleh menerima informasi yang beredar, namun harus melakukan pengecekan fakta terlebih dahulu sebelum ikut menyebarkannya.
Langkah sederhana seperti mencari sumber asli dan memastikan kebenaran informasi dinilai penting agar tidak memicu hoaks dan keresahan publik.
Peristiwa viralnya pocong bersenjata di Majalengka ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi AI kini semakin sulit dibedakan dengan gambar asli.
Karena itu, penggunaan teknologi digital diharapkan dapat dimanfaatkan secara positif dan bertanggung jawab, bukan justru digunakan untuk membuat konten yang menyesatkan dan menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. (*)
Apa Reaksi Anda?