Presiden Puji Pemprov Jateng Pesan Bus Listrik, Percepat Transisi Energi Bersih
Presiden Prabowo memuji langkah Pemprov Jateng yang memesan bus listrik saat meresmikan pabrik VKTR di Magelang, dorong industri dan transisi energi bersih nasional.
MAGELANG - Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries (VKTS) di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Presiden mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) yang telah memesan puluhan bus listrik sebagai bagian dari percepatan transisi energi bersih.
Peresmian fasilitas tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Dalam acara tersebut, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Prabowo menegaskan, kehadiran industri seperti VKTR merupakan bagian strategis dari agenda industrialisasi nasional, khususnya di sektor energi dan transportasi. Ia juga secara khusus memuji langkah progresif Pemprov Jawa Tengah yang telah memesan bus listrik produksi dalam negeri.
“Saya terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah. Katanya Pemerintah Daerah di Jawa Tengah sudah pesan beberapa puluh bus. Kita harapkan dari pemprov lain juga akan bersikap dan membeli produk bangsa kita sendiri, produk Tanah Air,” ujar Prabowo.
Presiden berharap kebijakan belanja produk dalam negeri tersebut dapat diikuti oleh pemerintah daerah lain guna memperkuat industri nasional sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Sementara itu, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa fasilitas perakitan di Magelang memiliki kapasitas produksi awal hingga 3.000 unit bus dan truk listrik per tahun, dengan potensi ekspansi mencapai 10.000 unit per tahun.
Ia menilai, pasar kendaraan komersial di Indonesia masih terbuka lebar, dengan populasi sekitar 280 ribu unit bus dan 6,5 juta unit truk. Elektrifikasi sektor tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi signifikan.
“Kalau seluruh bus dan truk itu terelektrifikasi, Indonesia bisa menghemat sekitar 5 miliar dolar AS per tahun dari subsidi BBM,” jelasnya.
VKTR juga terus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tercatat mencapai 40 persen pada tahun lalu dan ditargetkan mendekati 60 persen pada tahun ini.
Kehadiran fasilitas perakitan di Magelang diharapkan menjadi pengungkit ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah. Industri ini berpotensi menjadi anchor industry yang mendorong pertumbuhan sektor pendukung serta menarik investasi baru di bidang manufaktur.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah dukungan untuk mempercepat program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Di antaranya penyediaan 283 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 179 lokasi di Jawa Tengah dan DIY, pemberian insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta penyiapan tenaga kerja terampil melalui politeknik, sekolah vokasi, dan SMK.
Dengan sinergi antara pemerintah dan industri, Jawa Tengah diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan kendaraan listrik nasional ke depan. (*)
Apa Reaksi Anda?