Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Diperpanjang hingga 24 Maret, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker memperpanjang pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 hingga 24 Maret. Program gratis ini menyediakan kuota 20.000 peserta dengan berbagai bidang pelatihan berbasis kebutuh

Maret 9, 2026 - 12:00
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Diperpanjang hingga 24 Maret, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang masa pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 hingga 24 Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan kerja.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan perpanjangan waktu pendaftaran dilakukan agar akses program pelatihan dapat menjangkau lebih banyak calon peserta.

“Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, dapat memanfaatkan program ini secara optimal,” kata Darmawansyah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat yang berminat dapat mendaftar secara daring melalui laman skillhub.kemnaker.go.id. Sebelumnya, pendaftaran program ini dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026.

Pada Batch 1 tahun 2026, Kemnaker menyediakan kuota 20.000 peserta. Pelatihan diselenggarakan secara gratis di 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker, serta sejumlah UPTD Balai Latihan Kerja di berbagai daerah di Indonesia.

Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja, dengan prioritas bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023 hingga 2025.

Seiring perpanjangan masa pendaftaran, tahapan seleksi peserta juga mengalami penyesuaian jadwal. Pendaftaran dibuka hingga 24 Maret 2026, dengan batas akhir pengisian asesmen Siap Latih pada hari yang sama pukul 23.59 WIB.

Selanjutnya, proses seleksi dan wawancara dijadwalkan berlangsung pada 25–28 Maret 2026, sementara pengumuman peserta yang lolos seleksi akan disampaikan pada 29 Maret 2026. Program kick off dan orientasi pelatihan tetap dijadwalkan dimulai pada 1 April 2026.

Calon peserta diwajibkan membuat akun SIAPkerja terlebih dahulu, kemudian mengikuti tahapan seleksi yang tersedia di sistem, mulai dari pengisian Asesmen Kecocokan Kerja, Asesmen Penilaian Diri atau Self Potential Inventory (SPI), hingga memilih program pelatihan yang diminati.

Peserta yang lolos akan mendapatkan berbagai fasilitas, antara lain pelatihan gratis, makan siang, bantuan uang transportasi, serta perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, peserta juga memperoleh sertifikat pelatihan dari Balai Pelatihan serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga tersedia bagi peserta sesuai kriteria dan ketersediaan.

Pada Batch 1 ini, bidang pelatihan yang tersedia mencakup Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, dan konstruksi.

Beberapa program pelatihan yang ditawarkan antara lain Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.

“Program Pelatihan Vokasi Nasional ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri. Lulusannya tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap digunakan di dunia kerja. Kami mendorong masyarakat segera mendaftar sebelum batas waktu yang ditentukan,” ujar Darmawansyah. (*)

 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow