Pemprov Jateng Beri Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an, Tiap Tahun Capai 2000 Santri

Pemprov Jawa Tengah memberikan tali asih Rp1 juta kepada santri penghafal 30 juz Al-Qur’an. Program tersebut menyasar hingga 2.000 santri setiap tahun.

Mei 12, 2026 - 19:56
Pemprov Jateng Beri Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an, Tiap Tahun Capai 2000 Santri

KUDUS - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memberikan apresiasi kepada para santri penghafal Al-Qur’an melalui program tali asih atau bisyaroh bagi hafidz dan hafidzah.

Penyerahan tali asih dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin pada kegiatan Haflatyl Hidzaq atau Wisuda Tahfidz Pondok Pesantren Darul Qur’an Krandon, Kabupaten Kudus, Senin (11/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, enam santri penghafal 30 juz Al-Qur’an menerima bisyaroh dari Pemprov Jateng.

Taj Yasin mengatakan, khataman Al-Qur’an merupakan nikmat yang patut disyukuri. Menurutnya, khataman bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan terhadap perjuangan santri dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.

“Setelah khatam, jangan berhenti. Hafalan itu harus dijaga,” ujar Taj Yasin.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengingatkan pentingnya menjaga hafalan melalui murajaah atau mengulang hafalan secara rutin.

Ia menambahkan, kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan ulama terdahulu sebagai sumber ketenangan dan pedoman hidup.

“Kalau para ulama dan sahabat ingin hatinya tersentuh, yang didengarkan adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an dibaca, diresapi, lalu masuk ke dalam hati,” katanya.

Selain itu, Gus Yasin menegaskan program tali asih menjadi bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap para santri penghafal Al-Qur’an.

“Bisyaroh ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyaroh setiap anak sebesar Rp1 juta,” ujarnya.

Enam penerima bisyaroh pada kegiatan tersebut yakni Wahyu Indra Maulana asal Pati, Shihab Labib Ruwaifi Iswandy asal Muko-Muko, Bengkulu, Roihan Muhammad Iqbal Farid asal Kudus, Ahmad Syauqi Muhammad asal Probolinggo, Jawa Timur, Mochamad Hakiki asal Semarang, serta Ahmad Bayu Al Azhar asal Jepara.

Program tali asih tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Sepanjang 2025, jumlah penerima bantuan tercatat mencapai 1.041 santri dengan total anggaran sekitar Rp1,041 miliar.

Berdasarkan catatan Pemprov Jateng, setiap tahun terdapat sekitar 2.000 santri yang menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an di Jawa Tengah.

Taj Yasin berharap program yang dijalankan bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi itu dapat membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus keberkahan bagi daerah.

Acara Haflatyl Hidzaq Ponpes Darul Qur’an Krandon Kudus turut dihadiri Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff, KH M Ulil Albab Arwani, KH Abdul Muiz, Muhammad Slamet, serta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow