Pemkab Jombang Dorong Modernisasi Pertanian Tebu, Targetkan Lahir Agropreneur Muda

Pemkab Jombang genjot modernisasi sektor pertanian tebu untuk cetak agropreneur muda. Alokasi program bongkar ratoon 2026 naik menjadi 3.000 hektare.

Mei 24, 2026 - 13:31
Pemkab Jombang Dorong Modernisasi Pertanian Tebu, Targetkan Lahir Agropreneur Muda

JOMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus memperkuat sektor pertanian tebu melalui program modernisasi pertanian. Langkah ini sekaligus dilakukan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan agroindustri berbasis tebu di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, menegaskan bahwa sektor pertanian harus mampu bertransformasi menjadi bidang usaha yang modern, produktif, dan menjanjikan bagi anak muda.

“Kami berharap generasi muda mulai tertarik dan terlibat dalam pengembangan sektor pertanian modern, sehingga lahir agropreneur-agropreneur muda di sektor tebu yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Salmanudin.

Menurutnya, regenerasi petani menjadi tantangan penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab Jombang terus mendorong modernisasi pertanian agar sektor ini tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional semata.

Selain meningkatkan produksi, modernisasi pertanian juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru di bidang pengolahan hasil pertanian, distribusi, hingga pemasaran digital produk tebu beserta turunannya.

Kontribusi Jombang terhadap Pasokan Gula Jatim

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, Much Rony, Jombang merupakan salah satu daerah penghasil tebu potensial di Jawa Timur.

Pada 2024, luas lahan tebu di Kabupaten Jombang tercatat mencapai 10.787 hektare dengan total produksi sebesar 787.246 ton tebu. Produktivitas rata-rata lahan tersebut mencapai 73 ton per hektare.

“Dengan rata-rata rendemen 7,11 persen, Kabupaten Jombang mampu memproduksi sekitar 61.749 ton gula hablur atau menyumbang sekitar 3 persen kebutuhan gula tingkat Provinsi Jawa Timur,” jelas Rony.

Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah pusat meningkatkan alokasi program pengembangan tebu untuk Kabupaten Jombang pada tahun anggaran 2026.

Jika pada 2025 alokasi program bongkar ratoon hanya seluas 613,6 hektare dan perluasan areal tanam 61 hektare, maka pada 2026 jumlahnya meningkat signifikan menjadi 3.000 hektare untuk bongkar ratoon dan 200 hektare untuk perluasan lahan tanam.

Progres Capaian dan Percepatan Target

Rony menyebutkan, hingga saat ini progres pelaksanaan program strategis tersebut menunjukkan capaian yang cukup positif di lapangan.

“Hingga saat ini, Kabupaten Jombang mencatat progres yang sangat baik. Luasan lahan sudah mencapai sekitar 2.600 hektare dari target 3.000 hektare yang ditetapkan,” ungkapnya.

Luasan tersebut mencakup lahan bongkar ratoon maupun perluasan areal tanam baru yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah daerah bersama kelompok tani.

Untuk mengejar target yang tersisa, Pemkab Jombang terus mempercepat proses administrasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Upaya ini termasuk mendorong percepatan izin pemanfaatan lahan di sekitar kawasan hutan. Langkah taktis tersebut dilakukan agar proses pengolahan lahan dan penanaman tebu dapat berjalan lebih awal, sehingga produktivitas petani dapat meningkat secara maksimal.

"Dengan penguatan program modernisasi pertanian dan dukungan pemerintah pusat, Kabupaten Jombang optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung tebu strategis di Jawa Timur sekaligus melahirkan generasi muda pelaku usaha pertanian yang inovatif dan kompetitif," pungkas Rony. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow