Kenari dan Murai Batu Jadi Burung Kicau Paling Diminati di Kabupaten Malang

BPS Kabupaten Malang mencatat 141 usaha penangkaran satwa liar di mana burung kenari, murai batu, dan jalak bali menjadi komoditas ekonomi kreatif paling dominan.

Mei 24, 2026 - 14:31
Kenari dan Murai Batu Jadi Burung Kicau Paling Diminati di Kabupaten Malang

MALANG - Usaha penangkaran burung di Kabupaten Malang terus berkembang dan mulai menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mencatat terdapat 141 usaha pertanian perorangan di bidang penangkaran satwa liar yang tersebar di berbagai wilayah.

Data tersebut merupakan hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap II untuk kategori Usaha Pertanian Perorangan (UTP) Kehutanan Kabupaten Malang. Dari ratusan unit usaha tersebut, penangkaran burung menjadi sektor yang paling dominan.

Burung Kenari Jadi Komoditas Terbanyak

Jenis burung kenari tercatat menjadi komoditas yang paling banyak ditangkarkan. BPS Kabupaten Malang mencatat ada 48 unit usaha penangkaran kenari dengan total populasi mencapai 734 ekor.

Posisi berikutnya ditempati oleh burung murai batu dengan 38 unit usaha dan jumlah ternak sekitar 300 ekor. Sementara itu, burung jalak bali berada di urutan ketiga dengan 26 unit usaha dan 123 ekor burung yang ditangkarkan.

Selain tiga besar tersebut, terdapat pula usaha penangkaran burung perkutut sebanyak 13 unit usaha dengan populasi 89 ekor, serta burung kutilang sebanyak 9 unit usaha dengan total 75 ekor.

BPS Kabupaten Malang menyebut aktivitas penangkaran satwa liar ini tidak hanya sekadar menjadi hobi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Penangkaran dinilai mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menjadi alternatif sumber penghasilan warga.

“Penangkaran memberikan alternatif mata pencaharian dan lapangan kerja baru bagi warga Kabupaten Malang,” terang Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, Minggu (24/5/2026).

Dorong Perputaran Ekonomi dan Konservasi

Tren meningkatnya hobi burung kicau di Kabupaten Malang turut mendorong pertumbuhan sektor ini. Banyaknya komunitas pencinta burung hingga rutinnya penyelenggaraan kontes gantangan membuat permintaan burung berkualitas terus meningkat.

Fenomena tersebut secara tidak langsung ikut menggerakkan perputaran ekonomi daerah. Terlebih, harga jual burung berkicau dengan kualitas unggulan bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah, tergantung pada jenis dan prestasinya.

Selain aspek ekonomi, penangkaran juga memiliki fungsi konservasi. Dengan adanya penangkaran resmi, populasi sejumlah jenis burung di alam liar diharapkan dapat tetap terjaga sekaligus mengurangi praktik perburuan liar.

Beberapa jenis burung seperti jalak bali bahkan dikenal sebagai satwa yang memiliki status dilindungi. Oleh karena itu, regulasi penangkaran legal menjadi langkah penting dalam menjaga kelestariannya di habitat asli.

Geliat ekonomi burung kicau di Malang Raya memang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Berbagai lomba dan kontes burung rutin digelar serta mampu menarik peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kondisi ini membuat Kabupaten Malang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi berbasis hobi dan komunitas, termasuk dari sektor penangkaran burung beserta industri pendukungnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow