Wali Murid di Banyuwangi Temukan Buah Busuk dan Berbelatung dalam Paket Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi menuai sorotan setelah wali murid SDN 4 Wringinpitu menemukan buah busuk hingga berbelatung dalam paket makanan siswa.
BANYUWANGI Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi siswa kembali menuai sorotan di Banyuwangi. Seorang wali murid mengaku menemukan buah busuk bahkan berisi belatung dalam paket makanan yang diterima anaknya di sekolah.
Keluhan tersebut disampaikan seorang wali murid SDN 4 Wringinpitu, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, berinisial AK. Ia mengungkapkan, kejadian itu tidak hanya terjadi sekali, melainkan sudah berulang hingga tiga kali dalam paket menu MBG yang diterima anaknya.
AK menjelaskan, insiden pertama terjadi pada 26 Februari 2026 lalu. Saat itu, paket MBG yang diterima anaknya berisi buah stroberi yang sudah tidak layak konsumsi.
“Pertama dapat stroberi hari Kamis tanggal 26 Februari 2026, itu kondisinya busuk. Setelah itu kejadian lagi di buah jambu dan jeruk. Semuanya busuk,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Puncaknya terjadi pada 5 Maret 2026, ketika paket buah jambu yang diterima siswa kembali ditemukan dalam kondisi membusuk bahkan terdapat belatung.
“Saya tidak tahu apakah ini karena dampak musim hujan atau bagaimana, tapi di anak saya sendiri sudah tiga kali dapat buah yang busuk,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Sebagai orang tua, AK mengaku khawatir terhadap dampak kesehatan bagi anak-anak. Menurutnya, meskipun buah merupakan bahan alami, jika dikonsumsi dalam kondisi busuk dan berbelatung tetap berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
“Yang saya takutkan itu anak saya terkena muntaber. Kalau buah mungkin tidak keracunan seperti masakan, tapi fokusnya ke diare atau muntaber. Itu justru gawat,” tegasnya.
Ia menduga pihak penyedia jasa makanan yang berasal dari SPPG Wringinpitu 1 tidak melakukan proses sortir atau quality control serta pencucian dengan benar sebelum buah dikemas.
“Kalau di tempat lain buahnya disortir dulu dan dicuci bersih. Tapi yang dari SPPG ini sepertinya tidak melalui proses itu,” katanya.
Wali murid tersebut berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa MBG tersebut. Jika tidak ada perbaikan kualitas, para wali murid meminta agar penyedia makanan dialihkan kepada pihak lain yang lebih profesional.
“Harapan saya, MBG harus higienis dan memenuhi syarat. Kalau program ini mau lanjut, menunya harus diperbaiki total. Kalau tetap tidak mau memperbaiki kualitas, lebih baik pindah ke penyedia MBG lain yang lebih bersih,” ujar AK.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang diduga menjadi dapur pengolah makanan tersebut, yakni SPPG Wringinpitu 1, masih belum dapat dikonfirmasi terkait temuan buah busuk yang dikeluhkan wali murid.(*)
Apa Reaksi Anda?