Pemanah Ikan di Banyuwangi Dilaporkan Hilang Terseret Ombak Pantai Selatan

Seorang pemanah ikan dilaporkan hilang terseret ombak Pantai Selatan tepatnya di Parang Cucun, Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur,

Juli 15, 2026 - 14:31
Pemanah Ikan di Banyuwangi Dilaporkan Hilang Terseret Ombak Pantai Selatan

BANYUWANGI - Seorang pemanah ikan dilaporkan hilang terseret ombak Pantai Selatan tepatnya di Parang Cucun, Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026) pagi.

Berdasarkan keterangan kepolisian yang berhasil dihimpun, korban diketahui bernama M. Jakfar Sodiq (37) pria asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. 

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchamad Wahyudi, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut keterangan sejumlah saksi, peristiwa itu bermula ketika korban tengah memanah ikan di atas bebatuan karang. Di saat bersamaan, ombak besar menghantam lokasi tersebut dan langsung menyeret korban ke laut hingga kini dilaporkan menghilang.

"Kemudian saksi yang merupakan teman korban melaporkan ke Pos Satpolairud unit Pancer," jelasnya.

Menerima laporan itu, personel Satpolairud yang tergabung dalam tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Petugas melakukan asesmen awal sekaligus berkoordinasi dengan Basarnas, nelayan, dan relawan untuk melakukan penyisiran di sekitar titik korban diduga terseret.

Kompol Wahyudi mengatakan proses pencarian difokuskan di sekitar kawasan Parang Cuncun hingga perairan selatan Pulau Merah dengan mempertimbangkan arah arus laut dan kondisi cuaca saat kejadian.

"Kami bersama tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian dan mengikuti pergerakan arus laut," ungkapnya.

Polisi mengingatkan wisatawan maupun warga yang beraktivitas di pesisir selatan Banyuwangi agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang. Kawasan bebatuan di Parang Cuncun, dikenal memiliki karakter ombak yang tinggi dan datang secara tiba-tiba sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di atas batu karang ketika gelombang sedang tinggi karena sangat berbahaya," tegas Kompol Wahyudi.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa juga menyampaikan, saat ini pihaknya telah bergerak melakukan operasi di perairan tersebut.

"Kami menerima informasi dari petugas lifeguard Wisata Pantai Pulau Merah, pada pukul 10.05 WIB dan langsung menerjunkan tim rescue menuju lokasi," ucapnya.

Dalam operasi ini, Kantor SAR Banyuwangi mengerahkan tujuh personel rescue dengan dukungan satu unit Rescue Car Type II, satu set perahu karet, satu set peralatan water rescue, satu set peralatan medis lengkap, tiga unit alat komunikasi, serta satu unit drone thermal untuk membantu pemantauan area pencarian dari udara.

Operasi pencarian juga melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Banyuwangi, Polsek Pesanggaran, Koramil Pesanggaran, Lifeguard Wisata Pantai Pulau Merah, serta masyarakat sekitar. Seluruh unsur bekerja sama melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban diduga terseret ombak.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah sehingga diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pencarian. Meski demikian, tim tetap mengutamakan aspek keselamatan personel mengingat karakteristik gelombang di kawasan Pantai Pulau Merah yang dapat berubah sewaktu-waktu.

"Saat ini operasi pencarian terhadap korban masih berlangsung. Perkembangan hasil pencarian akan disampaikan secara berkala sesuai informasi resmi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi," tutur Made Oka. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow