Mahasiswa Baru Bukan Target Empuk, Kapolresta Malang Kota: Justru Jadi Kekuatan Baru Lawan Sindikat Narkoba

Arus kedatangan ribuan mahasiswa baru ke Kota Malang tidak dipandang sebagai ancaman oleh Polresta Malang Kota.

Juli 3, 2026 - 18:27
Mahasiswa Baru Bukan Target Empuk, Kapolresta Malang Kota: Justru Jadi Kekuatan Baru Lawan Sindikat Narkoba

MALANG - Arus kedatangan ribuan mahasiswa baru ke Kota Malang tidak dipandang sebagai ancaman oleh Polresta Malang Kota. Di tengah tingginya potensi peredaran narkoba yang menyasar generasi muda, kepolisian justru optimistis mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan Kota Malang menjadi pasar empuk bagi jaringan narkoba.

Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, akan diajak berkolaborasi untuk memperkuat perlawanan terhadap sindikat peredaran gelap narkotika.

“Satu sisi memang bisa dianggap sebagai mangsa empuk. Tetapi jika kita bekerja kolaboratif dengan teman-teman mahasiswa, para pelajar, dan seluruh komunitas, justru ini menjadi kekuatan baru agar kita tidak pernah kalah melawan kejahatan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” ujar Putu, Jumat (3/7/2026).

Ia berharap kehadiran mahasiswa baru setiap tahun tidak menjadi peluang bagi bandar narkoba memperluas pasar, melainkan menjadi tambahan daya pukul masyarakat dalam memerangi kejahatan narkotika.

“Mudah-mudahan dengan adanya mahasiswa-mahasiswa baru, menambah daya pukul kita untuk melawan seluruh sindikat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, bukan sebaliknya,” ungkapnya.

Menurut Putu, Kota Malang akan selalu menghadapi ancaman peredaran narkoba karena memiliki posisi strategis di kawasan Malang Raya serta dihuni banyak generasi muda. Kondisi tersebut membuat kota ini memiliki pangsa pasar yang terus dibidik jaringan narkotika.

Meski demikian, Polresta Malang Kota terus berupaya menekan peredaran dari dua sisi sekaligus, yakni mengurangi permintaan (demand) melalui edukasi dan pencegahan, serta memutus pasokan (supply) lewat penindakan terhadap sindikat.

“Kami terus berusaha keras memutus mata rantai bersama masyarakat, baik penyalahgunaan maupun peredaran gelapnya. Dari sisi demand dan supply, keduanya kami tekan semaksimal mungkin,” katanya.

Putu juga mengungkapkan sindikat kini semakin cerdik menyamarkan pengiriman barang haram. Dalam kasus obat keras, pelaku mengemas barang menggunakan dus layaknya paket biasa dan menyamarkannya sebagai obat-obatan maupun peralatan medis agar lolos dari pemeriksaan.

Menghadapi modus tersebut, Polresta Malang Kota memperkuat kerja sama dengan perusahaan jasa ekspedisi dan logistik melalui metode pengawasan, termasuk control delivery, untuk mendeteksi sekaligus menggagalkan pengiriman narkoba maupun obat keras sebelum sampai ke tangan penyalahguna.

Ia menambahkan, pengungkapan sabu seberat dua kilogram yang dilakukan jajarannya baru-baru ini memiliki karakteristik berbeda dibanding pengungkapan 1,6 kilogram pada awal tahun. Berdasarkan kemasan dan modus operandi, polisi meyakini keduanya berasal dari sindikat yang berbeda.

Karena itu, Putu memastikan perang terhadap narkoba akan terus diperkuat melalui kombinasi penegakan hukum, pengawasan jalur distribusi, serta kolaborasi dengan masyarakat agar ruang gerak sindikat semakin sempit di Kota Malang.

“Ini dua hal berbeda, tapi ini juga jadi fokus kita untuk memerangi narkoba,” ucapnya.(*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow