Pelayanan Ketus di Kayutangan Heritage Malang Disorot, Disporapar Tegur Pokdarwis
Kota Malang kembali disorot setelah muncul keluhan wisatawan terkait pelayanan petugas loket di kawasan Kayutangan Heritage.
MALANG - Kota Malang kembali disorot setelah muncul keluhan wisatawan terkait pelayanan petugas loket di kawasan Kayutangan Heritage. Sikap petugas yang dinilai ketus memicu respons cepat dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi mengatakan, telah melakukan evaluasi langsung terhadap pengelolaan di lapangan. Ia memastikan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama, terlebih di tengah tren kunjungan yang meningkat.
Menurutnya, koordinasi intensif telah dilakukan bersama Pokdarwis Kayutangan Heritage guna memperbaiki kualitas pelayanan, khususnya dalam hal komunikasi petugas kepada pengunjung.
“Apapun kondisinya, petugas harus tetap ramah, memberi arahan, dan menyampaikan informasi dengan baik kepada wisatawan,” ujar Baihaqi, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, oknum petugas yang dikeluhkan telah dipanggil dan diberikan pembinaan. Langkah ini diambil untuk menjaga citra Kayutangan Heritage sebagai salah satu destinasi unggulan Kota Malang.
Baihaqi menegaskan, keramahan merupakan aspek krusial dalam industri pariwisata. Ia tidak ingin insiden serupa merembet ke kampung tematik lain yang tengah dikembangkan untuk menarik wisatawan.
Sebagai langkah pencegahan, Disporapar akan memperkuat pembinaan rutin kepada seluruh Pokdarwis di Kota Malang. Selain itu, wisatawan juga diimbau memanfaatkan fasilitas pengaduan yang telah disediakan, seperti kotak saran di lokasi.
“Wisatawan adalah tamu, sehingga harus dilayani dengan sebaik mungkin,” ucapnya.
Sebagai informasi, kawasan Kayutangan Heritage sempat menjadi sorotan akibat kasus dugaan “getok parkir”. Kini, keluhan baru kembali mencuat setelah sebuah video viral di media sosial.
Unggahan akun TikTok milik pengguna bernama Dinta memperlihatkan pengalaman kurang menyenangkan saat berkunjung. Dalam video tersebut, ia menyoroti petugas yang kerap meneriaki pengunjung dengan kalimat “tiketnya mana?” tanpa penjelasan yang jelas, serta sistem tiket masuk yang dinilai membingungkan.
Hingga Senin (4/5/2026), unggahan tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan memicu beragam reaksi dari warganet. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya standar pelayanan yang konsisten di destinasi wisata, terutama di tengah meningkatnya arus kunjungan ke Kota Malang. (*)
Apa Reaksi Anda?