PBNU Harap Gencatan Senjata Iran-AS Berstatus Permanen, Apresiasi Peran Mediator Pakistan
Di sisi lain, Gus Yahya juga memuji pemerintah Indonesia yang dinilai berhasil mengambil kebijakan terbaik dalam merespons gejolak global tersebut.
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, berharap gencatan senjata yang disepakati oleh Iran dan Amerika Serikat (AS) dapat berstatus permanen.
Ia menekankan bahwa perang antarnegara membawa dampak buruk bagi semua pihak, tidak terkecuali bagi Indonesia.
Seperti diketahui, Iran dan AS telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu dengan Pakistan yang bertindak sebagai mediator.
"Kita semua berharap ini menjadi permanen dan gencatan senjata ini akan diikuti kesepakatan-kesepakatan untuk menghentikan kekerasan sama sekali," kata Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
PBNU mengapresiasi langkah strategis Pakistan yang berhasil menengahi konflik kedua negara tersebut. Menurut Gus Yahya, keberhasilan ini patut diapresiasi dan disyukuri oleh masyarakat dunia.
"Saya ingin menyatakan apresiasi kepada pemerintah Pakistan yang telah berupaya menjadi penengah dalam komunikasi antara pihak-pihak yang berkonflik," jelasnya.
Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menegaskan, perang dan kekerasan di mana pun dan apa pun alasannya adalah bencana kemanusiaan yang harus segera dihentikan. Selain alasan kemanusiaan, perang yang terjadi saat ini juga memiliki dampak global yang luar biasa.
Gus Yahya mencontohkan pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran pascaserangan dari Israel dan AS. Langkah tersebut berdampak luar biasa dan memicu krisis pasokan minyak bagi banyak negara di dunia.
"Bagaimana pengaruhnya ke seluruh dunia. Tidak ada yang bisa menghindar dari ini, termasuk Indonesia," tambah Gus Yahya.
Di sisi lain, Gus Yahya juga memuji pemerintah Indonesia yang dinilai berhasil mengambil kebijakan terbaik dalam merespons gejolak global tersebut. Salah satunya adalah dengan tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Alhamdulillah, pemerintah kita memiliki ketahanan strategis yang lebih baik dibanding beberapa negara lain. Pemerintah sudah mengumumkan bahwa cadangan minyak kita relatif aman," ungkapnya.
"Bahkan, Menteri Keuangan sudah memberikan jaminan bahwa harga BBM tidak akan naik sampai akhir tahun. Namun, jelas bahwa kesulitan-kesulitan (ekonomi global) tetap tidak bisa sepenuhnya kita hindari," ujarnya. (*)
Apa Reaksi Anda?