Panic Buying, Masyarakat Jember Rebutan BBM di SPBU, Bupati Fawait Gelar Rapat Mendadak

Indikasi panic buying masyarakat dalam pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), mulai terasa di Jember, Kamis (5/3/2026).

Maret 6, 2026 - 05:30
Panic Buying, Masyarakat Jember Rebutan BBM di SPBU, Bupati Fawait Gelar Rapat Mendadak

JEMBER Indikasi panic buying masyarakat dalam pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), mulai terasa di Jember, Kamis (5/3/2026).

Hal tersebut menyusul pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bahwa stok BBM dalam negeri hanya mampu mencukupi kebutuhan domestik selama hanya sekitar 20 hari.

Hal tersebut dipicu oleh isu penutupan Selat Hormuz oleh Iran dalam konflik militer antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

​Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 100 meter di beberapa lokasi, seperti SPBU Sabtuan, SPBU Teuku Umar (Tegal Besar) hingga SPBU di kawasan Jalan Gajah Mada.

Kondisi ini sempat melumpuhkan sebagian ruas jalan protokol sebelum akhirnya pihak kepolisian turun tangan mengatur lalu lintas.

Menanggapi indikasi panic buying itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar rapat mendadak yang diikuti oleh pihak Pertamina dan sejumlah dinas.

​"Begitu mendarat di Surabaya, saya langsung mendapat laporan adanya kepanikan warga. Malam ini juga, kami bersama jajaran pemkab, Pertamina, dan Hiswana Migas melakukan koordinasi cepat untuk memastikan masyarakat Jember mendapatkan informasi yang akurat dan tenang," kata Fawait.

​Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Jember Andi Reza memberikan jaminan bahwa ketersediaan BBM di Jember berada pada level yang sangat aman.

Ia menegaskan tidak ada kendala suplai dari depo penyangga di Banyuwangi.

​Berdasarkan data terbaru, Jember memiliki cadangan yang melimpah, yakni ​Pertalite 584 ton, ​Pertamax 279 ton dengan ​total ketahanan 580 ton stok siap edar dan akan terus ditambah mulai Jumat pagi.

​"Kami pastikan operasional SPBU berjalan normal tanpa ada pengurangan penyaluran. Jika permintaan meningkat, kami sudah menyiapkan skema penambahan distribusi khusus untuk Kabupaten Jember agar stok di tangki pendam SPBU tetap terjaga," tegas Andi.

​Bupati Fawait juga menginstruksikan pengawasan ketat untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memantau setiap transaksi di SPBU.

​"Kami minta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan saja, jangan memborong secara berlebihan. Stok kita aman, distribusi lancar. Tidak ada alasan untuk panik," tambah Fawait.

​Senada, Ketua Hiswana Migas Besuki Raya Iqbal Wildan Wardana menyatakan kesiapannya untuk mengawal instruksi pemerintah daerah.

"Kami akan melakukan monitoring langsung ke setiap pengelola SPBU agar tetap melayani masyarakat dengan standar operasional yang berlaku dan melaporkan setiap kendala di lapangan secara real-time," ungkap Iqbal.

Pemkab Jember mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Aktivitas pengisian BBM disarankan dilakukan secara wajar guna menghindari kemacetan panjang yang justru merugikan mobilitas warga lainnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow