Satgas RAFI Pastikan Jelang Lebaran Pasokan BBM dan Elpiji di Jabar Aman

Tim Satgas RAFI juga disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat faktor eksternal, seperti bencana alam yang dapat menghambat jalur distribusi energi.

Maret 6, 2026 - 05:30
Satgas RAFI Pastikan Jelang Lebaran Pasokan BBM dan Elpiji di Jabar Aman

TASIKMALAYA Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan kesiapan operasional melalui pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI).

Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran distribusi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, selama periode Ramadan hingga arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Jawa Barat.

Sebagai wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi saat musim mudik, Jawa Barat menjadi salah satu titik strategis dalam rantai distribusi energi nasional.

Aktivitas perjalanan masyarakat menuju berbagai daerah, termasuk kawasan wisata dan jalur lintas provinsi, diperkirakan akan meningkat signifikan menjelang dan setelah perayaan Idulfitri.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional JBB telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan stok BBM dan LPG, optimalisasi sarana dan fasilitas distribusi, hingga peningkatan layanan di jalur-jalur utama yang menjadi lintasan pemudik.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa kesiapan Satgas RAFI merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idulfitri.

“Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H, kami memastikan pasokan BBM dan LPG tetap aman serta layanan kepada masyarakat berjalan optimal, khususnya di jalur utama dan destinasi wisata,” ujar Satria kepada awak media usai Rapat Koordinasi Hiswana Gas di salah satu restoran di kawasan Jalan Yudanegara, Kamis (5/3/2026).

Sebagai bagian dari strategi pengamanan distribusi energi, Pertamina juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Priangan Timur. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu jalur favorit para pemudik yang melintas menuju berbagai daerah di Jawa Barat bagian selatan serta destinasi wisata populer.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain menghadirkan layanan motoris, yaitu layanan pengantaran BBM dalam kemasan menggunakan sepeda motor.

Layanan ini disiagakan di sejumlah titik strategis guna membantu pemudik yang mengalami kendala kehabisan bahan bakar di jalur padat atau wilayah yang jauh dari SPBU.

Empat titik layanan motoris yang disiapkan meliputi jalur Gentong
Pos Gatur Kabupaten Tasikmalaya
Cikoneng dan Kawasan wisata Pangandaran.

Kehadiran layanan motoris ini diharapkan dapat memberikan solusi cepat bagi pengendara yang mengalami kehabisan BBM di tengah perjalanan, terutama pada jalur yang memiliki akses terbatas terhadap SPBU.

Selain penguatan distribusi energi, Pertamina juga menyiapkan fasilitas tambahan bagi para pemudik. Salah satunya adalah Mini Serambi MyPertamina yang berlokasi di SPBU 34.463.01 Putra Pinggan. Fasilitas ini dirancang sebagai tempat istirahat yang nyaman bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh.

Mini Serambi MyPertamina menyediakan berbagai fasilitas seperti area duduk, ruang istirahat, hingga layanan informasi bagi para pengendara yang melintas di jalur mudik.

Di sisi lain, Pertamina juga menghadirkan SPBU Modular di kawasan wisata Pangandaran. Keberadaan SPBU tambahan ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM selama masa libur Lebaran, terutama di destinasi wisata yang diperkirakan akan dipadati wisatawan.

Dengan adanya SPBU modular tersebut, diharapkan ketersediaan energi tetap terjaga sehingga aktivitas wisata masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan terkait pasokan bahan bakar.

Untuk memastikan kelancaran pasokan energi di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, distribusi BBM juga mendapat dukungan dari Kilang Cilacap yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah.

BBM dari kilang tersebut disalurkan melalui jaringan pipa menuju terminal BBM di wilayah Priangan Timur. Sistem distribusi ini memungkinkan pasokan energi dapat disalurkan secara lebih cepat dan stabil ke berbagai SPBU di kawasan tersebut.

Selama periode Satgas RAFI, Pertamina juga memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi BBM seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan libur Lebaran.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina telah melakukan penyesuaian pasokan energi serta memperkuat sistem distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan sistem monitoring distribusi berbasis digital yang memungkinkan pemantauan pasokan energi dilakukan secara real time.

Tidak hanya itu, Pertamina juga menyiagakan mobil tangki tambahan untuk memperkuat distribusi BBM ke berbagai daerah yang mengalami lonjakan konsumsi.

Sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan distribusi energi, Pertamina turut memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan pemangku kepentingan di daerah.

Tim Satgas RAFI juga disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat faktor eksternal, seperti bencana alam yang dapat menghambat jalur distribusi energi.

Kesiapsiagaan ini dilakukan melalui koordinasi lintas fungsi di internal perusahaan serta penyiapan berbagai alternatif solusi guna memastikan langkah mitigasi dan kontingensi dapat segera dijalankan apabila terjadi kondisi darurat.

Menurut Satria, kolaborasi lintas fungsi dan kesiapan seluruh tim menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan Satgas RAFI setiap tahunnya.

“Pertamina berkomitmen menghadirkan energi bagi masyarakat. Dengan sinergi dan kesiapan, kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow