Meteor Melesat dengan Kecepatan 120 Ribu Km per jam, Meledak di AS
NASA mengkonfirmasi bahwa sebuah bola api melintas di atas kota Massachusetts pada pukul 14.06 waktu setempat.
JAKARTA - Sebuah meteor yang melesat memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan 120.000 km/jam, meledak berkeping-keping di atas kota Massachusetts, Amerika Serikat, Minggu (1/6/2026) dini hari tadi.
Ledakan tersebut menimbulkan getaran di seluruh kota.
NASA mengkonfirmasi bahwa sebuah bola api melintas di atas kota Massachusetts pada pukul 14.06 waktu setempat (pukul 03.00 dini hari tadi) dengan melepaskan ledakan energi yang setara dengan perkiraan 300 ton TNT dan menggetarkan di seluruh kota Massachusetts.
NASA mengkonfirmasi bahwa bola api di atmosfer bumi itu melintas di atas negara bagian tersebut dengan kecepatan sekitar 75.000 militer/jam atau sekitar 120.000 km/jam, melepaskan apa yang dikatakan setara dengan sekitar 300 ton TNT saat pecah.
"Tampaknya puing-puing itu pecah pada ketinggian 40 mil di atas ujung timur laut Massachusetts/tenggara New Hampshire," kata pihak NASA dalam sebuah pernyataan.
"Bola api tersebut seperti dilansir NBC News, tidak terkait dengan hujan meteor aktif," kata NASA, dan mereka menggambarkan fenomena tersebut sebagai objek alami dan bukan masuk kembalinya puing-puing luar angkasa atau satelit.
Badan Manajemen Darurat Massachusetts mengatakan bahwa petugas keselamatan publik menerima laporan tentang "suara ledakan yang terdengar" dan getaran di bagian timur negara bagian tersebut.
Badan tersebut mengatakan tidak ada permintaan darurat polisi atau pemadam kebakaran yang diketahui terkait dengan laporan tersebut.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menggambarkan peristiwa tersebut sebagai ledakan sonik yang dirasakan secara luas dari benda langit yang diduga sebagai bolide.
"Tidak seperti gempa bumi yang terjadi di lokasi tertentu di bumi, peristiwa ledakan sonik terjadi di sepanjang jalur linier di atmosfer," tambah pernyataan tersebut.
"Tidak ada gempa bumi maupun dampak apa pun terhadap tanah," kata USGS.
Meteor itu pecah berkeping-keping di atas negara bagian Massachusetts. Beberapa orang melaporkan bahwa bangunan tempat mereka berada berguncang selama kejadian tersebut.
Namun yang jelas meteor tersebut menyebabkan suara dentuman ganda yang keras dan mengguncang bangunan di Massachusetts dan Rhode Island, menurut laporan.
Fenomena tersebut melepaskan energi yang setara dengan sekitar 300 ton TNT, yang menyebabkan suara keras tersebut, tulis badan antariksa AS, NASA , dalam sebuah pernyataan yang diposting di X.
"Meteor tersebut berukuran sekitar 3 kaki (hampir 1 meter) lebarnya, memasuki atmosfer di sekitar perbatasan New Hampshire dengan Massachusetts, di utara Boston," demikian menurut kutipan dari American Meteor Society yang dilaporkan oleh Associated Press .
Wakil kepala berita NASA, Jennifer Dooren mengatakan kepada AFP, bola api tersebut pecah di wilayah timur laut Massachusetts dan tenggara New Hampshire pada pukul 14.06 (18.06 UTC) hari Sabtu (Minggu dini hari pukul 03.00 WIB)
Dooren menambahkan, bahwa meteor tersebut bergerak dengan kecepatan 75.000 mil per jam (lebih dari 120.000 kilometer per jam) ketika pecah pada ketinggian 40 mil (64 kilometer) di atas area tersebut.
"Bola api ini tidak terkait dengan hujan meteor aktif saat ini, tetapi merupakan objek alami dan bukan masuk kembali puing-puing luar angkasa atau satelit," kata Dooren dalam pernyataannya.
Namun suara kerasnya membuat orang-orang khawatir Warga di wilayah tersebut dibuat bingung oleh suara dentuman yang menggema itu.
Beberapa orang menggunakan media sosial untuk melaporkan bahwa rumah mereka bergetar akibat suara tersebut.
Dalam beberapa video yang beredar online, terdengar seperti dua ledakan cepat, tanpa tanda-tanda api, asap, atau penyebab suara yang terlihat. (*)
Apa Reaksi Anda?