Menteri PKP Bakal Undang Pengelola Heritage Kayutangan Malang ke Menteng, Diminta Bagikan Resep Sukses Tata Kampung

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait berencana mengundang langsung pengelola Kampung Heritage Kayutangan ke kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta, untuk berbagi pengalaman dala

Juli 2, 2026 - 15:01
Menteri PKP Bakal Undang Pengelola Heritage Kayutangan Malang ke Menteng, Diminta Bagikan Resep Sukses Tata Kampung

MALANG - Keberhasilan Kampung Heritage Kayutangan Malang, Jawa Timur menjaga kawasan tetap tertata dan hidup secara berkelanjutan menarik perhatian pemerintah pusat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait berencana mengundang langsung pengelola Kampung Heritage Kayutangan ke kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta, untuk berbagi pengalaman dalam penataan permukiman berbasis partisipasi masyarakat.

Undangan tersebut disampaikan Maruarar usai berdialog dengan pengelola Kampung Heritage Kayutangan. Ia meminta pertemuan dijadwalkan dalam dua hingga tiga hari ke depan agar pengelola dapat memberikan masukan bagi proyek penataan kawasan yang tengah dijalankan Kementerian PKP.

“Ada, nanti saya undang ke Menteng Tenggulun. Dua sampai tiga hari lagi nanti janjian untuk melihat dan memberikan masukan. Beliau bisa jadi narasumber,” ujar Maruarar, Kamis (2/7/2026).

Menurut Maruarar, konsep penataan Kampung Heritage Kayutangan layak dijadikan role model karena tidak hanya menghasilkan kawasan yang menarik secara fisik, tetapi juga mampu mempertahankan kualitas pengelolaan melalui kekuatan gotong royong warga.

Ia mengungkapkan, Kementerian PKP saat ini sedang menata kawasan Menteng Tenggulun dan Johar Baru. Sejumlah konsep yang diterapkan di Kayutangan akan dipelajari untuk diadaptasi, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga pelibatan warga dalam menjaga kawasan.

Meski demikian, Maruarar menegaskan keberhasilan penataan kampung tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik. Kunci utamanya adalah membangun kesadaran masyarakat agar merasa memiliki dan menjaga lingkungan secara bersama-sama.

“Konsep itu tidak akan berjalan kalau warganya tidak mendukung. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus punya kemauan bersama, diajak ngobrol dan diajak rembukan,” ungkapnya.

Maruarar mengaku sengaja kembali mengunjungi Kampung Heritage Kayutangan setelah sekitar setahun sejak kunjungan sebelumnya. Ia ingin memastikan kawasan tersebut tetap terawat dan tidak mengalami penurunan kualitas.

Hasilnya, menurut dia, Kampung Heritage Kayutangan justru menunjukkan konsistensi yang menjadi nilai paling penting dalam sebuah penataan kawasan.

“Yang saya hormati dari sini adalah konsistensinya. Jangan sampai setelah diresmikan satu atau dua minggu kemudian kembali kumuh. Saya datang lagi setahun kemudian dan ternyata tetap terjaga. Itu yang luar biasa,” tuturnya.

Ia juga menilai Kampung Heritage Kayutangan telah mampu berdiri secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Semangat gotong royong masyarakat dinilai menjadi fondasi utama yang membuat kawasan wisata heritage tersebut terus berkembang.

“Kampung Kayutangan sudah mampu berdiri sendiri, mandiri, dan konsisten dalam jangka panjang. Kekuatan gotong royong masyarakatnya itulah yang menurut saya harus menjadi contoh bagi kawasan lain di Indonesia,” pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow