Studi Tiru ke Padang Panjang, Rombongan Kwala Madu Kagumi Tata Kelola Pesantren Internasional Kauman

Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menerima kunjungan studi tiru Pesantren Kwala Madu Langkat untuk memperkuat kolaborasi dan pengembangan pendidikan Islam berkualitas.

Juli 16, 2026 - 11:31
Studi Tiru ke Padang Panjang, Rombongan Kwala Madu Kagumi Tata Kelola Pesantren Internasional Kauman

PADANG PANJANG - Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menerima kunjungan silaturahmi sekaligus studi tiru dari Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (15/7/2026).

Suasana penuh keakraban menyelimuti pertemuan ini, yang menjadi bukti nyata ukhuwah sesama amal usaha Muhammadiyah.

Rombongan berjumlah 11 orang dipimpin langsung Mudir Pesantren Kwala Madu, Ustadz Ramdani, Lc., beserta jajaran pimpinan dan tenaga pendidik. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Mudir Pesantren Kauman, Dr. Derliana, MA, bersama pengurus.

"Kami sangat terhormat menerima saudara-saudara kami. Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan, melainkan wujud semangat berbagi untuk kemajuan pendidikan Islam bersama. Pintu kami selalu terbuka, karena berbagi ilmu justru mendorong kami untuk terus berbenah," ujar Dr. Derliana.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Derliana memaparkan transformasi menyeluruh yang dilakukan Kauman hingga kini bertaraf internasional.

Pesantren ini menaungi 850 santri dari 20 provinsi hingga mancanegara, dengan penguatan kurikulum internasional dan penguasaan bahasa asing. Sementara itu, Wakil Mudir Bidang Pengasuhan Ustadz Insan Adha Hasibuan menjelaskan pola pembinaan karakter secara holistik serta dukungan KL Lazismu dalam pemberdayaan santri.

Pemaparan ini memancing decak kagum dan diskusi mendalam dari para tamu.

Dalam kesempatan tersebut rombongan melihat fasilitas serta kunjungan ke Museum Buya Hamka. Di sini, Ustadz Ramdani menyampaikan kesan yang mendalam

"Kami sadar bahwa membangun pesantren bukan hanya soal fisik, melainkan menghidupkan semangat perjuangan dan warisan intelektual pendahulu seperti Buya Hamka." Katanya.

Dr. Derliana menambahkan, semangat Buya Hamka menjadi landasan agar pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter yang mampu menggerakkan perubahan.

"Semoga silaturahmi ini tidak berhenti di sini, melainkan tumbuh menjadi kolaborasi nyata ke depannya," harapnya.

Rombongan juga meninjau unit ekonomi dan pengelolaan sampah yang dikelola santri.

Kunjungan ini mempertegas komitmen bersama untuk terus saling menguatkan demi kemajuan pendidikan Islam yang berkualitas di Indonesia.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow