Mentan Amran Ungkap Rencana Ekspor Pupuk ke Sejumlah Negara

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana ekspor 1 juta ton pupuk ke berbagai negara, termasuk Australia dan India, di tengah kebijakan penurunan harga pupuk subsidi dalam negeri.

Mei 5, 2026 - 21:31
Mentan Amran Ungkap Rencana Ekspor Pupuk ke Sejumlah Negara

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia tengah bersiap melakukan ekspor pupuk ke sejumlah negara mitra. Target ekspor tersebut mencakup pengiriman ke Australia sebesar 250 ribu ton dan memenuhi permintaan India yang mencapai 500 ribu ton.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026), Mentan Amran menjelaskan bahwa agenda ekspor ini merupakan bagian dari laporan kondisi sektor pangan yang disampaikan kepada Presiden dalam Rapat Terbatas (Ratas). Selain pupuk, ia juga melaporkan ketahanan stok beras nasional yang saat ini mencapai 5,2 juta ton.

"Tetapi yang menarik adalah kita ekspor pupuk ke Australia, India minta juga 500 ribu ton. Dubes-nya menelepon langsung ke saya," ungkap Amran kepada awak media.

Ekspansi ke Brasil dan Filipina

Secara rinci, Amran memaparkan bahwa Indonesia telah merealisasikan ekspor ke Australia sebanyak 250 ribu ton. Selain India, pemerintah juga mengidentifikasi adanya potensi ekspor pupuk ke Brasil dan Filipina. Secara keseluruhan, Indonesia berkomitmen untuk mengekspor pupuk jenis urea hingga mencapai total 1 juta ton.

Mengenai nilai ekonomi dari transaksi tersebut, Mentan menyebutkan bahwa saat ini pemerintah masih melakukan kalkulasi mendalam terkait potensi pendapatan negara.

"Nanti aku kalkulasi, semakin mahal semakin bagus," ujarnya singkat.

Penurunan Harga Pupuk Subsidi

Di sisi lain, kebijakan ekspor ini berjalan beriringan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan di dalam negeri. Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis pupuk global.

Mentan Amran menambahkan, langkah Presiden Prabowo Subianto ini tergolong berani di tengah lonjakan harga pupuk dunia yang meningkat lebih dari 40 persen akibat gangguan pasokan global.

"Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tapi menjemputnya dengan kebijakan," pungkas Mentan dalam keterangan resminya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow