Audiensi dengan Kemenhub RI, Bupati Pangandaran Minta Ratusan PJU Mati di Jalur Nasional Segera Diperbaiki
Menurut Bupati Citra, keberadaan PJU sangat penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama pada ruas jalan nasional yang melintasi kawasan hutan dan minim penerangan.
PANGANDARAN - Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, meminta Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub RI) segera melakukan perbaikan terhadap ratusan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur nasional yang melintasi wilayah Kabupaten Pangandaran.
Permintaan tersebut disampaikan langsung saat audiensi dengan Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol. (Purn.) Suntana, di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Citra didampingi jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran.
Citra mengungkapkan, dari total 992 titik PJU yang menjadi kewenangan Kemenhub, lebih dari separuhnya saat ini tidak berfungsi. Sebagian besar lampu tersebut merupakan PJU bertenaga surya yang membutuhkan pemeliharaan.
"Kurang lebih 500 titik lampu saat ini dalam kondisi mati. Kami berharap Kementerian Perhubungan dapat segera melakukan pemeliharaan agar seluruh lampu kembali berfungsi," ujar Citra.
Menurutnya, keberadaan PJU sangat penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama pada ruas jalan nasional yang melintasi kawasan hutan dan minim penerangan.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya pada malam hari ketika jarak pandang pengendara sangat terbatas.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran berharap pemerintah pusat segera menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan sekaligus perbaikan terhadap PJU yang rusak.
Selain menyampaikan persoalan penerangan jalan, Citra juga mengenalkan potensi serta kondisi Kabupaten Pangandaran kepada Kementerian Perhubungan.
Ia berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah.
Hal ini mengingat Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang membutuhkan akses transportasi dan fasilitas jalan yang aman serta nyaman.
"Harapan kami, persoalan ini dapat segera ditindaklanjuti karena menyangkut keselamatan masyarakat dan wisatawan yang melintasi jalur nasional di Pangandaran," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?