Menjaga Pesisir dari Abrasi, Polres Probolinggo Kota dan Bhayangkari Tanam Mangrove di Pantai Permata
Polres Probolinggo Kota bersama Bhayangkari dan anak-anak TK Kemala Bhayangkari 16.
PROBOLINGGO - Puluhan pasang tangan kompak membenamkan bibit mangrove ke dalam lumpur di kawasan Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rabu pagi, (22/4/2026). Bukan warga biasa yang melakukannya, melainkan jajaran Polres Probolinggo Kota bersama Bhayangkari dan anak-anak TK Kemala Bhayangkari 16.
Tak ada razia atau tilang dalam agenda ini. Yang ada hanyalah cangkul, bibit tanaman, dan semangat menjaga garis pantai dari ancaman abrasi.
AKBP Rico Yumasri, Kapolres Probolinggo Kota, memimpin langsung penanaman yang dimulai pukul 07.30 pagi itu. Ia tampak tak sungkan masuk ke area berlumpur, memastikan setiap bibit tertanam dengan baik.
Di sisinya, Ketua Bhayangkari Cabang Probolinggo Kota, Cindi Rico, turun langsung membagikan bibit kepada para peserta.
"Ini bukan sekadar tanaman biasa. Mangrove adalah benteng alami yang melindungi daratan dari gerusan air laut. Secara ekologis, ia adalah paru-paru pesisir," ujar Rico di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa wilayah pesisir Probolinggo memiliki kerentanan tinggi terhadap abrasi. Jika dibiarkan, dampaknya tak hanya pada hilangnya daratan, tetapi juga mengganggu habitat biota laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan nelayan setempat.
Aksi lingkungan ini digelar dalam rangkaian peringatan tiga momen sekaligus yakni HUT Yayasan Kemala Bhayangkari, HUT Bhayangkara, dan Hari Jadi Polwan Tahun Anggaran 2026. Namun Rico menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar seremoni.
"Polri ingin menjadi pelopor dalam pelestarian alam, tidak hanya terpaku pada tugas kamtibmas. Ini wujud nyata komitmen kami mendukung program pemerintah soal pelestarian lingkungan," tegasnya.
Turut hadir Wakapolres Kompol Didid Wahyu Agustyawan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Retno Wandasari. Kehadiran DLH menjadi sinyal bahwa kolaborasi lintas instansi diperlukan untuk urusan ekosistem pesisir.
Suasana berbeda terlihat dari rombongan TK Kemala Bhayangkari 16. Anak-anak itu tak sekadar menyaksikan. Mereka diajak menanam beberapa bibit, mendapat penjelasan sederhana tentang manfaat mangrove. Kepala sekolah tampak mendampingi dengan sabar, menjadikan pagi itu sebagai kelas alam terbuka.
Sebelum penanaman dimulai, Cindi Rico menyerahkan tali asih dalam rangkaian pembukaan acara yang diawali doa bersama. Ia berharap kegiatan serupa bisa berkelanjutan, tidak berhenti pada peringatan hari besar tertentu.
"Semoga setiap tetes keringat dan bibit yang kita tanam hari ini menjadi manfaat bagi ekosistem kita ke depan," pungkas Kapolres Probolinggo Kota.
Di Pantai Permata, polisi tak membawa tongkat atau radio panggil. Mereka membawa bibit mangrove dan harapan agar garis pantai tetap utuh untuk generasi mendatang. (*)
Apa Reaksi Anda?