Mendiktisaintek dan BGN Dorong Kampus Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Kepala BGN Dadan Hindayana meresmikan SPPG di Unhas untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.

April 28, 2026 - 15:32
Mendiktisaintek dan BGN Dorong Kampus Dukung Program Makan Bergizi Gratis

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/4/2026).

Peresmian tersebut menjadi langkah konkret perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi mandiri yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan masyarakat.

“Intinya adalah bagaimana dari perguruan tinggi bisa menjalankan peran untuk mendukung program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah program MBG,” ujar Brian.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus mengambil peran nyata dalam implementasi pemenuhan gizi masyarakat melalui inovasi, riset, dan pengembangan sistem yang berkelanjutan.

Brian menjelaskan, fasilitas SPPG di Unhas tidak hanya berfungsi sebagai dapur layanan pemenuhan gizi, tetapi juga akan dikembangkan sebagai teaching factory atau pusat pembelajaran praktik bagi mahasiswa.

“SPPG ini nantinya bisa menjadi tempat praktik, penelitian, dan pengembangan lebih lanjut program MBG,” katanya.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam riset, inovasi teknologi pangan, hingga pengembangan sistem distribusi gizi yang lebih efektif bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Unhas sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) pertama yang menjalankan fasilitas SPPG.

Ia mengapresiasi langkah cepat Unhas dalam merespons inisiatif strategis pemerintah, khususnya dalam mendukung penguatan program MBG dari sektor pendidikan tinggi.

“Keterbukaan kampus untuk terlibat dalam program MBG sangat penting karena teknologi, SDM, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi akan banyak manfaatnya untuk pengembangan program ini,” ujar Dadan.

Menurutnya, keterlibatan kampus menjadi elemen penting karena perguruan tinggi memiliki kapasitas sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi yang dapat memperkuat kualitas serta efektivitas pelaksanaan program MBG secara nasional.

Peresmian SPPG Unhas ini diharapkan menjadi model bagi kampus-kampus lain di Indonesia dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat solusi atas berbagai persoalan strategis bangsa. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow