Masjid Abu Bakar Jadi Pilihan Jemaah Haji Indonesia, Sejuk dan Sarat Nilai Sejarah

Masjid Abu Bakar di dekat Masjidil Haram menjadi pilihan jemaah haji Indonesia karena nilai sejarahnya dan suasana yang lebih sejuk di tengah cuaca panas Makkah.

Mei 19, 2026 - 08:31
Masjid Abu Bakar Jadi Pilihan Jemaah Haji Indonesia, Sejuk dan Sarat Nilai Sejarah

MAKKAH - Masjid Abu Bakar yang berada tidak jauh dari Masjidil Haram menjadi salah satu pilihan jemaah haji Indonesia saat beribadah di kawasan Makkah. Selain karena letaknya strategis, masjid ini juga menarik perhatian karena memiliki nilai sejarah yang erat dengan sosok Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Salah satunya dirasakan Mairani, jemaah haji asal Cirebon. Bersama dua jemaah perempuan lainnya, ia memilih melaksanakan salat di Masjid Abu Bakar karena ingin mengetahui sejarah tempat tersebut sekaligus merasakan suasana beribadah di lokasi yang diyakini berkaitan dengan rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

jemaah hajiMairani (tengah) jemaah haji Indonesia asal Cirebon yang hendak salat di Masjid Abu Bakar. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

"Saya lihat-lihat di media sosial, katanya ini rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq, jadi saya memilih salat di sini," ujar Mairani kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah, Senin (18/5/2026).

Selain faktor sejarah, perempuan yang akrab disapa Mai itu mengaku memilih Masjid Abu Bakar karena suasananya lebih sejuk, sehingga dinilai membantu menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas Makkah.

"Di sini adem juga. Jadi kita memilih salat di sini," katanya saat hendak menunaikan salat Ashar di area lantai atas yang diperuntukkan bagi jemaah perempuan.

Menurut Mai, cuaca Makkah yang saat ini cukup panas membuat dirinya memilih melaksanakan salat Zuhur dan Ashar di Masjid Abu Bakar agar tubuh tidak terlalu lelah akibat paparan suhu tinggi.

"Kalau menurut saya, terutama waktu Zuhur sampai Ashar, saat panas-panasnya, ini bisa menjadi alternatif tempat salat," ujarnya.

Baginya, Masjid Abu Bakar juga dapat menjadi tempat menunggu waktu salat berikutnya, terutama antara Magrib dan Isya.

"Kalau Magrib ke Isya dan di Masjidil Haram sedang penuh, bisa juga di sini," katanya.

Masjid Abu Bakar berada di luar pelataran Masjidil Haram, tepatnya di kompleks Makkah Tower lantai 4 dan berhadapan langsung dengan pintu masuk nomor 79 Masjidil Haram. Pelaksanaan azan, iqamah, hingga imam salat di masjid tersebut mengikuti Masjidil Haram.

Masjid ini dibangun di atas lokasi bekas rumah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang kini menjadi bagian dari kompleks Makkah Tower. Lokasi tersebut memiliki nilai historis karena diyakini menjadi salah satu saksi perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq. (*/MCH 2026)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow