Sahabat Pante Liang Gelar Transplantasi Karang, Jadi Langkah Jaga Laut Negeri Liang
Empat pemuda Negeri Liang menanam 60 bibit karang dalam Project Liang yang digagas Jala Ina untuk mendukung pemulihan ekosistem pesisir dan terumbu karang.
MALUKU TENGAH - Empat pemuda asal Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah, melakukan penyelaman perdana untuk kegiatan transplantasi karang dalam program Project Liang yang digagas Jala Ina sejak 2024.
Dalam kegiatan yang berlangsung di perairan Negeri Liang pada Sabtu (16/5/2026), para peserta berhasil menanam 60 bibit karang sekaligus melakukan monitoring terhadap karang yang sebelumnya telah ditanam melalui program tersebut.
Empat pemuda yang terlibat yakni Munir Wael, Virbal Samual, Sri Dewi Maharani, dan Wirda Opier. Mereka telah memiliki sertifikasi selam open water setelah mengikuti pelatihan yang difasilitasi melalui Sekolah Jaga Kepulauan (SEJALAN), termasuk pelatihan selam ilmiah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem terumbu karang di Negeri Liang yang mengalami kerusakan akibat praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.
Virbal Samual mengatakan keterlibatannya dalam transplantasi karang memberikan pengalaman baru sekaligus membuka pemahamannya mengenai kondisi ekosistem laut di wilayahnya.
"Kemaring pas liat akang, beta hati ancor! Beta seng sangka karang rusak bagitu. Karena itu beta deng tamang-tamang su bertekad par tarus belajar supaya katong bisa jaga ekosistem karang di katong pung kampung," ujar Virbal.
Hal senada disampaikan Wirda Opier. Menurut dia, keterlibatan dalam kegiatan konservasi membuat generasi muda semakin memahami pentingnya menjaga terumbu karang untuk keberlangsungan ekosistem laut.
"Selama ini katong hanya lihat laut sebagai tempat cari ikan dan tempat wisata. Tapi sekarang katong lebih paham kalau terumbu karang harus dijaga supaya laut tetap hidup untuk generasi berikut," kata Wirda.
Direktur Eksekutif Jala Ina, M. Yusuf Sangadji, mengatakan keberhasilan Project Liang sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, terutama generasi muda.
"Keberhasilan Project Liang bergantung pada partisipasi dan kesadaran kolektif masyarakat Liang untuk menjaga ruang hidup mereka. Pemuda harus terlibat karena mereka akan merasakan dampaknya jika ekosistem rusak di masa depan," ujarnya.
Sejak dimulai pada 2024, Project Liang dijalankan melalui kerja sama antara Jala Ina dan Pemerintah Negeri Liang untuk mendorong pemulihan ekosistem pesisir berbasis masyarakat. Ke depan, para pemuda yang tergabung dalam komunitas Sahabat Pante akan dilibatkan dalam kampanye dan advokasi pelestarian wilayah pesisir di Negeri Liang. (*)
Apa Reaksi Anda?