Dua Jurnalis Republika Dilaporkan Diculik Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

Dua jurnalis Republika dilaporkan ikut ditangkap dalam intersepsi armada bantuan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel. Salah satunya mengirim video SOS.

Mei 19, 2026 - 08:01
Dua Jurnalis Republika Dilaporkan Diculik Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza

JAKARTA - Dua jurnalis Republika dilaporkan ikut ditangkap dalam intersepsi militer Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional. Salah satu jurnalis, Bambang Noroyono, bahkan mengirim video SOS yang menyebut dirinya mengalami "penculikan" oleh tentara Israel saat menjalankan misi jurnalistik dan kemanusiaan menuju Gaza.

Kedua jurnalis tersebut, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, berada dalam rombongan relawan internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. Selain mereka, terdapat sembilan relawan asal Indonesia yang turut berada dalam armada tersebut.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengecam tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap armada bantuan tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, dan kebebasan sipil.

"Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia bagi warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," demikian pernyataan sikap Republika, Senin (18/5/2026).

Republika juga menyatakan keselamatan seluruh relawan, termasuk dua jurnalisnya, menjadi perhatian serius.

"Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," ujar Andi.

Dikutip dari laman Republika, sekitar pukul 15.45 WIB, redaksi Republika memperoleh informasi bahwa tentara Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Pasukan Israel dilaporkan menangkap sekitar 100 aktivis yang berada dalam armada tersebut, termasuk jurnalis Republika.

Sebelum kabar intersepsi muncul, Bambang Noroyono telah mengirimkan video SOS pada Senin (18/5/2026) pagi waktu Turki. Video tersebut merupakan bagian dari protokol keselamatan peserta Global Sumud Flotilla yang akan dipublikasikan apabila kapal dicegat dan peserta berpotensi ditahan.

"Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel. Saya mohon agar Pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel," kata Bambang dalam video tersebut.

Koalisi Global Sumud Flotilla sebelumnya menyatakan kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada bantuan itu. Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial, mereka menyebut pasukan Israel telah menaiki kapal pertama.

"Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong," demikian pernyataan Global Sumud Flotilla.

Media Israel melaporkan para aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod setelah operasi selesai dilakukan. Empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal armada mematikan mesin.

Berdasarkan laporan media Israel, armada bantuan tersebut dicegat di lepas pantai Siprus.

Sementara itu, seorang aktivis yang berada di atas kapal menyatakan armada tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski menghadapi intersepsi militer.

Panitia flotilla juga menyebut protokol intersepsi telah diaktifkan oleh kapal Ozgurluk pada Senin pagi waktu setempat menyusul adanya aktivitas kapal yang dianggap mencurigakan di sekitar armada.

"Telah terjadi aktivitas kapal-kapal dan protokol intersepsi telah diaktifkan. Kami akan memberikan pembaruan segera setelah informasi terkonfirmasi," demikian pernyataan panitia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow