362 Wisatawan Kunjungi Kota Batu saat Liburan Sekolah
Disparta Kota Batu mencatat sementara 362.869 kunjungan wisatawan selama libur sekolah 2026. Tingkat okupansi hotel di Kota Batu pun ikut melonjak hingga 90 persen.
Musim libur sekolah membawa angin segar bagi sektor pariwisata Kota Batu. Hingga Minggu (12/7/2026), Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat sebanyak 362.869 wisatawan telah berkunjung ke berbagai destinasi wisata di wilayah setempat.
Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena belum seluruh pelaku usaha menyampaikan laporan kunjungan secara menyeluruh.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan data tersebut dihimpun melalui sistem Fast Application Information Report (FAIR). Hingga saat ini, laporan baru diterima dari sekitar 30 persen pelaku usaha pariwisata.
"Kunjungan wisatawan sementara mencapai 362.869 orang. Ini masih bersifat sementara karena baru sekitar 30 persen pelaku usaha pariwisata yang menyampaikan laporan," katanya.
Berdasarkan data tersebut, sebanyak 332.019 wisatawan mengunjungi berbagai daya tarik wisata, baik wisata alam, wisata buatan, maupun wisata edukasi.
"Sementara itu, sebanyak 29.850 wisatawan tercatat menginap di hotel dan penginapan yang ada di Kota Batu," ungkap Onny.
Meningkatnya jumlah wisatawan ini berdampak langsung terhadap sektor perhotelan. Tingkat okupansi hotel di Kota Batu mencapai sekitar 75 persen pada hari kerja (weekday) dan melonjak hingga 90 persen saat akhir pekan (weekend).
Onny optimistis jumlah kunjungan dan perputaran ekonomi selama musim libur sekolah sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan data yang telah masuk. Sebab, aktivitas wisata terpantau masih berlangsung hingga akhir pekan sebelum para pelajar kembali masuk sekolah.
"Kami optimistis angka riil perputaran ekonomi di lapangan jauh lebih besar dan akan terus bergerak naik sampai akhir pekan ini karena besok siswa sudah masuk," ujarnya.
Senada, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan bahwa tingginya tingkat hunian hotel dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah keluarga yang memanfaatkan libur sekolah untuk berwisata.
"Saat momen liburan sekolah banyak wisatawan yang mengajak anaknya berlibur. Tarif kamar hotel juga tidak setinggi saat libur Lebaran maupun malam Tahun Baru, sehingga ikut mendorong tingginya okupansi," kata Sujud.
Selain didukung tarif hotel yang lebih terjangkau, tingginya okupansi juga dipengaruhi oleh kerja sama antara pelaku perhotelan dengan pengelola destinasi wisata melalui paket bundling hotel dan tiket masuk objek wisata.
"Skema tersebut memberikan nilai tambah bagi wisatawan karena biaya liburan menjadi lebih hemat dengan fasilitas penginapan sekaligus tiket wisata dalam satu paket," tegasnya.
Menurut Sujud, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kota Batu masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Dengan laporan kunjungan yang masih terus bertambah, jumlah wisatawan selama musim libur sekolah diperkirakan akan terus meningkat sekaligus memperkuat geliat ekonomi pariwisata di Kota Batu. (*)
Apa Reaksi Anda?